Pencarian

Pemprov Bengkulu Matangkan Rangkaian Festival Tabut 2026: Doa Selamat, Makan Behidang, hingga Penyematan Gelar Adat untuk Panglima Kopassus

Kamis, 18 Juni 2026 • 20:10:31 WIB
Pemprov Bengkulu Matangkan Rangkaian Festival Tabut 2026: Doa Selamat, Makan Behidang, hingga Penyematan Gelar Adat untuk Panglima Kopassus
Rapat koordinasi Pemprov Bengkulu mematangkan persiapan Festival Tabut 2026.

BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan seluruh rangkaian kegiatan Festival Tabut 2026 berjalan lancar, tertib, dan khidmat. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Umum, Baznas, Badan Musyawarah Adat, serta Kerukunan Tabut Budaya.

Bukan Sekadar Seremonial, Ada Pesan Spiritual dan Sosial

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa Festival Tabut bukan hanya soal perayaan budaya. Ia menekankan bahwa tradisi ini mengandung pesan spiritual dan sosial yang perlu terus dijaga.

“Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim,” ujar Herwan.

Agenda Inti: Doa Bersama, Tradisi Makan Behidang, dan Santunan

Rapat tersebut membahas secara rinci aspek teknis pelaksanaan. Mulai dari kesiapan lokasi, penyusunan agenda acara, pengaturan konsumsi, pendistribusian undangan, hingga mekanisme penyaluran santunan kepada anak-anak yatim.

Setiap perangkat daerah dan lembaga diberikan tugas sesuai bidangnya. Tujuannya agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat terpenuhi dengan baik.

Prosesi Adat untuk Panglima Kopassus

Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus adalah penyematan gelar adat kepada Panglima Kopassus. Prosesi ini akan dilaksanakan sesuai tata cara adat yang berlaku sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari masyarakat adat Bengkulu.

Herwan Antoni menambahkan, kegiatan doa bersama, makan behidang, dan santunan anak yatim merupakan bentuk nyata pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa syukur yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Festival Tabut.

Warisan Budaya yang Jadi Ikon Wisata Bengkulu

Festival Tabut merupakan warisan budaya khas Bengkulu yang telah menjadi identitas daerah dan daya tarik wisata unggulan. Setiap tahun, festival ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh rangkaian Festival Tabut 2026 dapat terlaksana secara meriah tanpa menghilangkan nilai-nilai sakral yang menjadi ruh dari tradisi tersebut. Melalui kegiatan ini, pemerintah juga ingin memperkuat pelestarian budaya daerah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bagikan
Sumber: beritamerdekaonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks