BENGKULU — Lima program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan unit operasi Pertamina di Maluku dan Papua berhasil menyabet tiga penghargaan Gold (Emas), satu Silver (Perak), dan satu Bronze (Perunggu). Ajang bergengsi ini mengusung tema "Catalyzing Collective Change for Scalable Impact" yang menilai komitmen nyata perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut adalah buah kolaborasi semua pihak, bukan kerja internal semata.
"Kami sangat bangga dan bersyukur bahwa program CSR maupun CID yang dijalankan diakui dan berdampak langsung bagi wilayah di sekitar area operasional kami. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder, masyarakat, mitra binaan, dan khususnya tim pelaksana CSR di unit operasi kami atas kerja dan kolaborasi yang luar biasa," ujar Ispiani dalam keterangan resminya.
Dari Ecobrick hingga Terumbu Karang Buatan
Program-program yang meraih penghargaan Gold antara lain Wayame Re:Source dari Integrated Terminal (IT) Wayame, Ambon, yang fokus pada revitalisasi ekonomi lewat pengelolaan sumber daya terintegrasi dan ekonomi sirkular. Ada pula Tubo Sustainable Farming dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah, Ternate, yang memberdayakan petani lokal.
Kategori Biodiversity Conservation turut dimenangkan lewat inovasi sosial konservasi laut berupa pengembangan terumbu karang buatan berbasis limbah ban bekas. Program ini digagas Gamlamo Diving Club di Kelurahan Jambula, Kota Ternate, dan menjadi tanggung jawab Fuel Terminal (FT) Ternate.
Sementara itu, penghargaan Silver diraih program Lau Sabua Manise dari AFT Pattimura, Ambon. Inisiatif ini mengembangkan infrastruktur Desa Wisata Negeri Laha dengan pendekatan circular economy memanfaatkan ecobrick. Adapun penghargaan Bronze diberikan untuk program penguatan kapasitas Kelompok Pengolah Ikan Asar di IT Jayapura melalui adopsi teknologi tepat guna pada program Kampung Bright Gas.
Komitmen Berkelanjutan untuk Indonesia Timur
Ispiani menegaskan seluruh program tersebut merupakan wujud kontribusi perusahaan yang selaras dengan empat pilar Sustainable Development Goals (SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pencapaian ini sekaligus mempertegas posisi Pertamina Patra Niaga yang tidak hanya menyalurkan energi ke pelosok negeri, tetapi juga hadir dalam aspek sosial dan lingkungan.
"Lewat program yang terintegrasi dengan baik dan berdampak nyata, kami akan terus berupaya menjadi perusahaan energi yang tetap menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan demi masa depan yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.
Penghargaan ISRA 2026 ini menjadi catatan positif bagi BUMN di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat peran perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan. Bagi masyarakat setempat, program-program ini bukan sekadar proyek, melainkan jalan keluar untuk meningkatkan taraf hidup tanpa merusak alam sekitar.