Pencarian

Pemprov Bengkulu Matangkan Doa Selamat, Makan Behidang, dan Santunan Anak Yatim untuk Festival Tabut 2026

Kamis, 18 Juni 2026 • 14:06:31 WIB
Pemprov Bengkulu Matangkan Doa Selamat, Makan Behidang, dan Santunan Anak Yatim untuk Festival Tabut 2026
Sekretaris Daerah Bengkulu memimpin rapat persiapan Doa Selamat, Makan Behidang, dan Santunan Anak Yatim Festival Tabut 2026.

BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mematangkan persiapan tiga agenda sakral dalam rangkaian Festival Tabut 2026, yakni Doa Selamat, Makan Behidang, dan Santunan Anak Yatim. Rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, digelar di ruang kerjanya pada Kamis (18/6/2026) untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan lancar. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Balai Raya Semarak pada Selasa, 23 Juni 2026.

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Nilai Budaya dan Sosial yang Dijaga

Herwan Antoni menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, Festival Tabut memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual yang harus terus dirawat bersama.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Festival Tabut memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual yang harus terus kita jaga bersama. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dipersiapkan dengan matang,” ujar Herwan dalam arahannya.

Tradisi Doa Selamat dan Makan Behidang merupakan warisan budaya Bengkulu yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Sementara itu, santunan kepada anak yatim menjadi wujud kepedulian sosial yang telah melekat dalam pelaksanaan Festival Tabut selama ini.

Santunan Anak Yatim dan Gelar Adat untuk Panglima Kopassus

Herwan juga menyoroti prosesi penyematan gelar adat kepada Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang akan menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut. Ia meminta prosesi ini dipersiapkan dengan baik agar berlangsung sesuai tata adat yang berlaku.

“Penyematan gelar adat ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat Bengkulu. Karena itu, prosesi pelaksanaannya harus dipersiapkan dengan baik sehingga berlangsung sesuai tata adat yang berlaku,” tambahnya.

Rapat koordinasi dihadiri sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Umum, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Musyawarah Adat (BMA), hingga Kerukunan Tabut Budaya. Seluruh pihak diminta memperkuat koordinasi agar tidak ada kendala saat pelaksanaan.

Aspek Teknis Dibahas Rinci, dari Lokasi hingga Pengamanan

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis turut dibahas secara rinci. Mulai dari kesiapan lokasi, susunan acara, konsumsi, tamu undangan, pengamanan, hingga mekanisme penyaluran santunan kepada anak yatim.

Herwan menekankan bahwa Festival Tabut bukan hanya tentang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. “Kehadiran santunan anak yatim menjadi bukti bahwa tradisi ini memiliki nilai sosial yang sangat kuat,” katanya.

Seluruh perangkat daerah dan lembaga yang terlibat diminta untuk berkolaborasi dan menjalankan tugas masing-masing secara optimal. “Kesuksesan kegiatan ini akan menjadi bagian penting dari keberhasilan Festival Tabut 2026 secara keseluruhan,” tegas Herwan.

Bagikan
Sumber: bengkuluekspress.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks