BENGKULU TENGAH — Kabar baik bagi petani kopi di Bengkulu Tengah. Pemerintah pusat mengabulkan usulan bantuan bibit kopi untuk pengembangan kebun seluas 500 hektare, yang direalisasikan pada 2027. Dinas Pertanian (Distan) setempat kini bergerak cepat mendata kelompok tani agar kuota tersebut tidak hangus.
"Memang benar, beberapa waktu lalu kita mengusulkan program bantuan bibit kopi ke pemerintah pusat. Usulan tersebut dikabulkan dan kita mendapatkan alokasi yang bisa digunakan untuk lahan kebun seluas 500 hektare," kata Kepala Distan Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, di Bengkulu, Kamis.
Petani Diminta Segera Kirim Proposal
Distan Bengkulu Tengah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kelompok tani yang memenuhi syarat untuk mengajukan proposal. Berkas yang masuk akan melalui tahapan identifikasi dan verifikasi, termasuk survei lapangan untuk memastikan kesiapan lahan.
"Bagi petani yang ingin mengusulkan silakan sampaikan proposal ke kantor Distan Bengkulu Tengah nanti akan diproses. Kita berharap kuota yang tersedia saat ini bisa terpenuhi semua dan jangan sampai tersisa," ujar Helmi.
Mengganti Tanaman Tua yang Produktivitasnya Menurun
Program ini difokuskan untuk peremajaan tanaman kopi yang selama ini mulai mengalami penurunan hasil panen. Sebagian besar kebun petani di daerah itu sudah berumur tua sehingga perlu diganti dengan bibit unggul yang lebih produktif.
Dengan adanya bantuan bibit baru, produktivitas kebun diharapkan meningkat dan mampu mendongkrak pendapatan petani. Saat ini, sebagian proposal telah diterima dan tim Distan mulai melakukan survei lapangan untuk memverifikasi langsung kondisi lahan yang diusulkan.
Langkah ini menjadi peluang strategis bagi petani kopi Bengkulu Tengah untuk memperbarui kebun mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pengadaan bibit. Pemerintah kabupaten berharap seluruh alokasi 500 hektare dapat terserap maksimal demi menjaga keberlanjutan produksi kopi daerah.