Pencarian

Karim Rossi Sebut William Pacheco Bek Paling Sulit Dihadapi di Liga Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 17:35:01 WIB
Karim Rossi Sebut William Pacheco Bek Paling Sulit Dihadapi di Liga Indonesia
Karim Rossi menyebut William Pacheco sebagai bek paling sulit dihadapi selama berkarier di Liga Indonesia.

BENGKULU — Karim Rossi menunjuk William Pacheco sebagai bek paling sulit dihadapinya selama berkarier di Liga Indonesia. Mantan striker Dewa United dan Persis Solo itu menilai agresivitas serta kekuatan fisik Pacheco membuat duel berjalan berat. Rossi membandingkannya dengan Ondrej Kudela yang lebih mengandalkan penempatan posisi.

Pengalaman Karim Rossi di sepak bola Indonesia memang tidak panjang, tapi cukup meninggalkan kesan. Dalam podcast Bola Break bersama Hery Kurniawan di Bola.com, striker kelahiran Swiss itu diminta menyebut nama bek yang paling merepotkannya selama berlaga di Liga Indonesia. Jawabannya langsung: William Pacheco.

Rossi tidak berbicara dalam konteks statistik atau rekor pertemuan. Ia menilai dari pengalaman langsung berduel dengan bek asal Brasil tersebut, yang menurutnya punya pendekatan bertahan paling tidak nyaman dihadapi.

Agresivitas Pacheco Bikin Striker Kehilangan Ruang

Bagi Rossi, kekuatan fisik Pacheco bukan satu-satunya masalah. Gaya bermain agresif bek tersebut membuat striker lawan kesulitan mendapat posisi ideal sebelum bola datang. Duel udara dan perebutan bola kedua jadi wilayah yang dikuasai Pacheco.

Penilaian itu masuk akal mengingat karakter Liga Indonesia yang sarat duel fisik. Striker bertipe penyerang kotak penalti seperti Rossi butuh ruang untuk bergerak, dan Pacheco disebut paling efektif menutup ruang tersebut.

Ondrej Kudela Dikenang dengan Cara Berbeda

Rossi lantas membandingkan Pacheco dengan Ondrej Kudela, bek Persija Jakarta. Menurutnya, Kudela tidak mengandalkan kekuatan tubuh semata. Bek asal Republik Ceko itu unggul dalam membaca permainan dan menempatkan posisi.

Kecerdasan taktis Kudela membuatnya mampu menghentikan lawan tanpa harus selalu masuk ke duel terbuka. Bagi Rossi, dua bek ini mewakili dua pendekatan bertahan yang sama-sama sulit ditaklukkan, hanya dengan cara yang berbeda.

13 Gol di Azerbaijan Bawa Nama Rossi ke Media Swiss

Perbincangan tidak berhenti di soal bek. Rossi juga menceritakan momen ketika namanya masuk pembicaraan media Swiss setelah mencetak 13 gol di Azerbaijan. Catatan itu membuka kembali diskusi soal peluang pemain berdarah Swiss yang berkarier di luar jalur tradisional Eropa Barat.

Dari pengalaman itu, Rossi sempat menyinggung soal pemain lokal di Liga Indonesia dalam salah satu episode Bola Break sebelumnya. Ia menilai kompetisi domestik punya talenta yang belum sepenuhnya terlihat di panggung internasional.

Rencana Rossi Setelah Gantung Sepatu

Rossi menyatakan keinginan tetap berkontribusi di dunia sepak bola usai pensiun. Belum ada detail peran spesifik yang ia sebutkan, tapi arahnya jelas: tidak meninggalkan lapangan sepenuhnya.

Cerita lengkap soal persaingan dengan Pacheco dan Kudela, pengalaman di Azerbaijan, hingga rencana pasca-pensiun bisa disimak dalam podcast Bola Break bersama Hery Kurniawan di Bola.com.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: enamplus.liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks