Pencarian

BI Bengkulu Serahkan Combine Harvester ke Petani Seluma, Kehilangan Gabah Turun dari 14 Persen jadi 4 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 • 12:31:32 WIB
BI Bengkulu Serahkan Combine Harvester ke Petani Seluma, Kehilangan Gabah Turun dari 14 Persen jadi 4 Persen
Penyerahan combine harvester oleh BI Bengkulu kepada Kelompok Tani Karya Mukti di Seluma dirangkaikan dengan panen padi bersama.

SELUMA — Penyerahan mesin panen itu dirangkaikan dengan kegiatan panen padi bersama di lahan kelompok tani setempat. Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menuturkan, bantuan diberikan untuk membantu petani mengatasi kendala tenaga kerja sekaligus mempercepat proses panen.

Menurut Wahyu, mekanisasi pertanian memangkas sejumlah tahapan yang sebelumnya dikerjakan manual. Satu mesin kini bisa memanen, memisahkan gabah dari batang, hingga mengumpulkan hasil dalam satu rangkaian proses.

Kapasitas Satu Hektare per 1,5 Jam

Satu unit combine harvester berkapasitas besar mampu memanen sekitar satu hektare lahan dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Kecepatan itu dinilai membantu petani menyelesaikan panen tepat waktu tanpa terlalu bergantung pada tenaga kerja manual.

Persoalan tenaga kerja muncul ketika panen berlangsung serentak. Kebutuhan pekerja melonjak dalam waktu singkat, sementara padi harus dipanen dalam rentang waktu yang terbatas.

"Combine harvester ini secara signifikan bisa menekan biaya produksi, terutama biaya pada saat panen. Ketika panen serentak, kebutuhan tenaga kerja meningkat dalam waktu singkat, sementara padi harus dipanen dalam waktu yang relatif terbatas," kata Wahyu.

Kehilangan Gabah Turun Signifikan

Panen secara manual berpotensi menyebabkan kehilangan gabah hingga 14 persen. Dengan combine harvester, angka kehilangan itu dapat ditekan menjadi sekitar 1–4 persen, sedangkan potensi kerusakan gabah diperkirakan sekitar 0,7 persen.

"Mesin ini membuat proses panen lebih efisien. Tanaman dipanen, gabah dipisahkan dari batang, kemudian dikumpulkan dalam satu rangkaian proses. Hasil yang diperoleh bisa lebih optimal karena kehilangan gabah dapat ditekan," ujarnya.

Mesin Diminta Dipakai Bergiliran Antar Kelompok

Wahyu mengingatkan agar bantuan tidak berhenti di kelompok penerima. Luas lahan Kelompok Tani Karya Mukti sekitar 23 hektare, sehingga masih terbuka peluang pemanfaatan mesin secara bergiliran bersama kelompok tani lain.

Ia mendorong kelompok membangun sistem pengelolaan transparan, termasuk mengatur jadwal penggunaan dan biaya jasa yang wajar. Pendapatan dari pengelolaan alat bisa dialokasikan untuk operasional, perawatan, dan kemandirian keuangan kelompok.

"Kalau bisa, mesin ini bersifat inklusif dan tidak hanya digunakan oleh satu kelompok. Kelompok tani bisa berkoordinasi dengan kelompok lain, termasuk membicarakan biaya sewa, sehingga ke depan bisa lebih mandiri," kata Wahyu.

Bantuan Lain dan Harapan Petani

Selain combine harvester, BI Bengkulu menyalurkan sprayer, hand tractor, dan kendaraan roda empat. Pada tahun sebelumnya, BI turut memberikan bantuan greenhouse untuk pengembangan pertanian cabai.

"Kami ingin kelompok tani semakin kuat dan naik kelas. Harapannya, kebutuhan petani dapat dipenuhi secara bertahap, tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dari kemampuan kelompok mengelola usaha sendiri," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Mukti, Tulus, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia berharap alat itu dimanfaatkan berkelanjutan, terutama untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja saat panen.

Tulus juga menyoroti keterbatasan air pada musim kemarau. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Seluma menindaklanjuti usulan pemanfaatan sumber air Sindur yang dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Panen bersama itu dihadiri Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu Destita Khairilisani dan Bupati Seluma Teddy Rahman. Destita mengapresiasi dukungan BI terhadap petani serta berharap alsintan dimanfaatkan bersama-sama untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan daerah.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ewarta.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks