Meski Google dan operator seluler sudah memiliki sistem pencegahan spam, nyatanya masih ada saja pesan mencurigakan yang lolos dan mendarat di kotak masuk setiap hari. Untuk mengatasi kebocoran ini, pengguna bisa memanfaatkan enam fitur bawaan Google Messages yang kerap terabaikan.
Fitur pertama adalah Spam Protection yang sebenarnya sudah aktif secara default. Fungsinya memindai pesan masuk dan memindahkan yang mencurigakan ke folder spam secara otomatis. Namun, banyak pengguna tidak sadar bahwa fitur ini bisa diperkuat dengan melaporkan pesan spam secara manual.
Kedua, Block & Report Spam. Setelah memblokir nomor pengirim, pengguna bisa mencentang opsi "Report spam" agar nomor tersebut turut dilaporkan ke Google. Data ini membantu memperbaiki algoritma deteksi spam untuk semua pengguna.
Verifikasi Pengirim dan Pembatasan Otomatis
Fitur ketiga adalah Verified SMS. Fitur ini memverifikasi identitas pengirim bisnis resmi sehingga pengguna bisa membedakan mana SMS asli dari bank atau e-commerce dan mana yang phishing. Sayangnya, fitur ini belum didukung penuh oleh semua operator di Indonesia.
Keempat, Auto-delete OTP. Kode verifikasi satu kali (OTP) yang memenuhi kotak masuk bisa dihapus otomatis setelah 24 jam. Pengaturan ini bisa diaktifkan di menu "Messages settings" > "Auto-delete OTP".
Kelima, Enhanced Smart Reply. Fitur saran balasan otomatis ini tidak hanya untuk pesan biasa, tapi juga bisa digunakan untuk merespons spam dengan cepat—misalnya mengetik "STOP" untuk berhenti berlangganan SMS promosi tanpa harus membuka keyboard.
Mengapa Pengguna Indonesia Wajib Tahu
Fitur keenam yang paling ampuh adalah Notification Categories. Di pengaturan notifikasi Android, pengguna bisa memisahkan notifikasi pesan dari kontak tersimpan dan nomor asing. Spam dari nomor tak dikenal bisa langsung disenyapkan atau disembunyikan dari layar kunci.
Bagi pengguna di Indonesia, di mana spam SMS dari pinjaman online ilegal, penawaran kartu kredit, dan phishing masih marak, keenam fitur ini bisa menjadi tameng pertama. Tidak perlu menginstal aplikasi keamanan tambahan yang justru menguras baterai dan meminta izin berlebihan.
Cara mengaktifkannya mudah. Buka aplikasi Google Messages, ketuk ikon profil di pojok kanan atas, pilih "Messages settings", lalu "Spam protection". Centang opsi "Enable spam protection". Untuk fitur lainnya, jelajahi menu "Advanced" dan "Notifications".
Dengan memanfaatkan fitur bawaan ini, pengguna bisa mengambil alih kendali kotak masuk mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada operator atau Google. Sebuah langkah kecil yang dampaknya besar—terutama bagi yang menerima puluhan spam setiap hari.