Pencarian

Pengacara Bergelar Ganda di Wall Street Tak Tahu Bedanya Huruf Italic, Minta Bantuan Admin IT

Jumat, 07 Agustus 2026 • 19:16:01 WIB
Pengacara Bergelar Ganda di Wall Street Tak Tahu Bedanya Huruf Italic, Minta Bantuan Admin IT
Pengacara bergelar ganda di Wall Street melaporkan masalah format huruf miring pada aplikasi Outlook kepada admin IT.

Kisah ini dibagikan oleh seorang pembaca yang disamarkan namanya menjadi "Darwin" kepada kolom On Call milik The Register, Jumat (14/2). Darwin pernah bekerja sebagai sysadmin di sebuah firma hukum Wall Street yang melayani klien korporat besar dengan tarif empat digit dolar per jam. Firma semacam ini biasanya mempekerjakan orang-orang dengan kualifikasi akademik dan pengalaman yang luar biasa.

Saat itu Darwin sedang sibuk memperbarui salah satu PC di kantor. Tiba-tiba sekretaris seorang pengacara menelepon dan mengatakan atasannya butuh bantuan dengan aplikasi Outlook. Darwin sempat meminta waktu sepuluh menit karena ingin menyelesaikan pekerjaannya. Sekretaris itu menelepon lagi dan menegaskan sang pengacara meminta dia segera datang.

Keluhan yang Tidak Masuk Akal

Begitu tiba di ruangan pengacara tersebut, Darwin bertanya apa masalahnya. Jawaban sang pengacara di luar dugaan. "Semua huruf ini miring," katanya sambil menunjuk layar komputernya.

Darwin pun menjelaskan bahwa itu disebut italic atau huruf miring, sebuah format teks standar yang biasa dipakai untuk penekanan atau judul. Alih-alih lega, pengacara itu justru marah dan menuntut penjelasan bagaimana huruf-huruf tersebut bisa menjadi miring.

Ijazah Ivy League Tak Menjamin Melek Teknologi

Yang membuat kejadian ini makin ironis, pengacara tersebut adalah lulusan universitas Ivy League dengan gelar ganda, hukum dan bisnis. Kredensial akademik seperti itu biasanya diasosiasikan dengan kecerdasan dan wawasan luas. Namun, soal membedakan huruf normal dengan huruf miring, ia gagal total.

Darwin hanya bisa menunjukkan ikon italic di toolbar Outlook. Setelah keluar dari ruangan, ia melihat sekretaris pengacara itu sedang membungkuk menahan tawa. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa gelar akademik yang mentereng tidak selalu sejalan dengan pemahaman teknologi dasar.

Kisah ini juga menunjukkan dinamika menarik di lingkungan kerja profesional: orang dengan jam terbang dan pendidikan tinggi bisa saja bertanya hal yang sangat mendasar soal komputer. Bagi para admin IT, kejadian seperti ini mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari.

Pernah mengalami momen serupa di tempat kerja? Ceritakan pengalamanmu kepada On Call di The Register untuk berbagi kisah dengan pembaca lain pada edisi Jumat mendatang.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theregister.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks