BENGKULU — Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan genangan terkonsentrasi di Desa Tunggulsari pasca-runtuhnya struktur tanggul pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.25 WIB. "Kenaikan permukaan air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul penahan rob, menyebabkan genangan di kawasan permukiman warga dan area tambak di sekitarnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Empat Titik Tanggul Jebol, Perbaikan Darurat Dikebut
Asisten Setda Jawa Tengah bidang Ekonomi dan Pembangunan Urip Sihabudin mengonfirmasi kerusakan terjadi di tanggul sungai dan bibir pantai. Total panjang tanggul yang ambrol mencapai 450 meter. "Perbaikan ini yang akan kita kebut," katanya di lokasi banjir, Senin (22/6/2026).
BPBD Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan material geotekstil serta memasang karung berisi tanah atau sandbag di titik rawan. Pemasangan waring sebagai penanda batas area tambak juga dilakukan untuk mencegah perluasan genangan. Akses jalan desa sepanjang 2,3 kilometer ikut terendam, mengganggu mobilitas warga.
Stimulus Rp60 Juta untuk Tanggul, Bantuan Logistik Disalurkan
BPBD Kabupaten Pati mengalokasikan anggaran stimulus Rp60 juta untuk penanganan awal kerusakan tanggul laut. Bantuan logistik darurat telah disalurkan ke warga terdampak. Meski genangan mulai berangsur surut, Pemkab Pati tetap menyiagakan balai desa dan Poliklinik Desa (Polindes) sebagai lokasi evakuasi sementara.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meminta jajarannya mempersiapkan pos pengungsian di beberapa titik. "Tadi kita cek bersama, mitigasi sudah berjalan. Pos Pengungsian sudah siap, berikut kebutuhan pangan warga. Namun sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi," tukas Chandra.
Prioritas Penanganan: Pangan dan Kesehatan Warga
Urip Sihabudin menegaskan bantuan pangan dan kesehatan menjadi prioritas utama saat ini. BPBD Jateng juga menyiapkan perahu mitigasi serta posko kesehatan di desa setempat. Belum ada laporan warga yang mengungsi, namun otoritas setempat tetap siaga terhadap potensi pasang susulan air laut.
Banjir rob di pesisir Pati, khususnya Desa Tunggulsari, bukan fenomena baru. Namun jebolnya tanggul di empat titik memperparah kondisi yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. BNPB memastikan situasi masih terkendali dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.