BENGKULU — Bukan sekadar seremoni, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini diisi aksi nyata di lapangan. Polda Bengkulu mengerahkan personelnya untuk membersihkan sampah di kawasan wisata Pantai Panjang, Jumat (19/6) pagi. Mereka memungut limbah plastik, ranting, hingga sampah domestik yang ditinggalkan pengunjung.
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, turun langsung memimpin kegiatan. Ia menyebut aksi ini adalah bukti bahwa polisi tidak hanya bekerja di balik meja.
Polisi Pasang Plang Imbauan dan 12 Titik Tempat Sampah
Selain bersih-bersih, Polda Bengkulu juga memasang plang imbauan larangan membuang sampah sembarangan. Mereka menempatkan tempat sampah baru di 12 titik strategis sepanjang pantai. Langkah ini diambil agar kebersihan tidak hanya terjaga saat ada petugas.
"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga wajib berperan aktif dalam merawat kebersihan serta kelestarian alam," ujar Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid.
Program Indonesia Asri: Gerakan Nasional dari Istana
Kapolda menjelaskan, Program Indonesia Asri merupakan gerakan nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Polda Bengkulu mengadopsinya sebagai salah satu rangkaian kegiatan sosial menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Melalui aksi ini, kepolisian berharap kesadaran kolektif tumbuh di kalangan pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat lokal. "Menjaga kebersihan aset wisata seperti Pantai Panjang ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya petugas kebersihan," tambahnya.
Pantai Panjang: Magnet Wisata yang Perlu Dirawat Bersama
Pantai Panjang selama ini menjadi destinasi utama di Provinsi Bengkulu. Garis pantainya yang membentang panjang kerap dipadati wisatawan, terutama pada akhir pekan dan liburan. Namun, tingginya kunjungan juga meninggalkan masalah sampah yang kerap dikeluhkan warga.
Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata. Mereka ingin kemanfaatan kegiatan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas di Bumi Rafflesia.