Pencarian

BPBD Rejang Lebong Tangani 34 Bencana Alam dalam Lima Bulan, Longsor Mendominasi dan Satu Warga Tewas

Senin, 15 Juni 2026 • 19:05:01 WIB
BPBD Rejang Lebong Tangani 34 Bencana Alam dalam Lima Bulan, Longsor Mendominasi dan Satu Warga Tewas
BPBD Rejang Lebong tangani 34 bencana alam selama lima bulan pertama tahun 2026.

REJANG LEBONG — Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, BPBD Kabupaten Rejang Lebong menangani 34 kejadian bencana alam yang tersebar di 15 kecamatan. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong, M. Budianto, menyebut tanah longsor menjadi bencana paling dominan dengan total 15 kejadian.

"Seluruh kejadian ini tersebar di 15 kecamatan di Rejang Lebong," kata Budianto saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.

Longsor Dominan, Disusul Puting Beliung dan Jalan Ambles

Selain longsor, BPBD juga mencatat empat kejadian angin puting beliung dan tiga kejadian jalan ambles. Dua kejadian banjir turut ditangani, salah satunya menelan korban jiwa pada 9 Januari lalu.

"Sisanya merupakan kejadian bencana skala kecil dan kerusakan infrastruktur seperti saluran irigasi atau drainase jebol, pohon tumbang, tembok jebol, serta jembatan gantung putus," terang Budianto.

Kerugian Capai Rp5 Miliar, Tim Reaksi Cepat Dikerahkan

Berdasarkan asesmen sementara tim reaksi cepat di lapangan, total kerugian material dari 34 bencana itu diperkirakan lebih dari Rp5 miliar. Budianto memastikan pihaknya selalu bergerak cepat begitu menerima laporan, baik dari aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun warga.

"Setelah menerima informasi, kami langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian guna melakukan evakuasi, memberikan pertolongan pertama, serta melakukan pendataan pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak," tegasnya.

Imbauan untuk Warga di Zona Rawan

Menghadapi kondisi ini, BPBD Rejang Lebong kembali mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), kawasan perbukitan rawan longsor, serta dekat zona rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi mandiri dinilai penting untuk meminimalkan risiko saat musim hujan tiba.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks