Pencarian

Mahasiswa Bengkulu Perkuat Sikap Kritis dan Nasionalisme di Tengah Geopolitik Dunia yang Bergejolak

Senin, 22 Juni 2026 • 14:14:01 WIB
Mahasiswa Bengkulu Perkuat Sikap Kritis dan Nasionalisme di Tengah Geopolitik Dunia yang Bergejolak
Mahasiswa Bengkulu menggelar forum diskusi untuk memperkuat sikap kritis di tengah ketegangan geopolitik global.

BENGKULU — Gelombang ketegangan geopolitik yang melanda berbagai belahan dunia mendorong mahasiswa di Bengkulu untuk mengambil sikap. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif merumuskan peran sebagai agen perubahan yang kritis dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Deklarasi dan Diskusi: Merespons Ketidakpastian Global

Dalam forum yang digelar di kawasan perkantoran Pemprov Bengkulu, mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi menyusun deklarasi bersama. Isinya menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah pengaruh ideologi asing yang kian masif.

"Kami tidak ingin generasi muda hanya menjadi konsumen informasi. Kami harus menjadi filter dan garda terdepan dalam menjaga narasi kebangsaan," ujar koordinator aksi dalam sambutannya.

Mengapa Sikap Kritis Menjadi Kunci Saat Ini?

Para mahasiswa menilai bahwa konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan di kawasan Indo-Pasifik memiliki dampak domino terhadap ekonomi dan politik dalam negeri. Mereka khawatir, tanpa pemahaman yang utuh, masyarakat mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

Oleh karena itu, diskusi ini juga menghadirkan akademisi untuk mengupas secara mendalam peta geopolitik terkini. Tujuannya agar mahasiswa memiliki landasan analisis yang kuat, bukan sekadar ikut-ikutan dalam menyikapi isu global.

Nasionalisme Generasi Z: Bukan Sekadar Simbol

Dalam forum tersebut, nasionalisme tidak lagi dimaknai secara seremonial. Mahasiswa mendorong aksi nyata seperti literasi digital, penguatan produk lokal, dan partisipasi aktif dalam kebijakan publik daerah.

"Kami ingin nasionalisme itu terlihat dari cara kami berpikir dan bertindak. Bukan hanya dari atribut, tetapi dari kontribusi nyata untuk Bengkulu dan Indonesia," tambah salah satu peserta diskusi.

Apa Langkah Selanjutnya?

Ke depan, para mahasiswa berencana membentuk forum diskusi rutin yang melibatkan masyarakat umum. Mereka juga akan menyusun modul literasi geopolitik untuk dibagikan ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda di Bengkulu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar warga Bengkulu tidak mudah terpengaruh oleh propaganda asing yang dapat memecah belah persatuan.

Bagikan
Sumber: bengkulutoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks