Pencarian

Pemprov Bengkulu Gelar Doa Selamat hingga Santunan Anak Yatim di Festival Tabut 2026, Perkuat Gotong Royong

Jumat, 19 Juni 2026 • 18:04:31 WIB
Pemprov Bengkulu Gelar Doa Selamat hingga Santunan Anak Yatim di Festival Tabut 2026, Perkuat Gotong Royong
Pemprov Bengkulu menggelar doa selamat dan santunan anak yatim dalam Festival Tabut 2026.

BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mengemas Festival Tabut 2026 dengan tiga kegiatan sosial utama: doa selamat, makan behidang, dan santunan anak yatim. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebut kegiatan itu dirancang untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim,” kata Herwan di Bengkulu, Kamis.

Rangkaian Acara: Dari Gelar Adat hingga Santunan

Herwan menjelaskan rangkaian Festival Tabut 2026 juga akan dirangkai dengan penyematan gelar adat kepada Panglima Kopassus. Seluruh rangkaian acara dijadwalkan berlangsung di Balai Raya Semarak pada 23 Juni 2026.

Pemprov Bengkulu meminta seluruh perangkat daerah dan lembaga terkait mempersiapkan pelaksanaan secara maksimal. Targetnya, seluruh agenda berjalan lancar, tertib, dan khidmat.

Warisan Budaya yang Diakui Nasional

Festival Tabut merupakan tradisi tahunan masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun. Awalnya bagian dari peringatan Tahun Baru Islam, festival ini kini berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan daerah.

Sejak 2018, Festival Tabut masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai festival ini memiliki nilai budaya yang kuat serta mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat dan daerah.

Mengapa Tradisi Ini Penting bagi Warga Bengkulu?

Herwan menekankan tradisi yang menjadi bagian dari Festival Tabut memiliki makna penting dalam menjaga nilai budaya, spiritual, dan sosial. Tradisi ini diyakini mampu memperkuat identitas masyarakat Bengkulu dari generasi ke generasi.

Pemprov Bengkulu berharap kegiatan ini tidak hanya menyemarakkan festival, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Festival Tabut menjadi simbol tradisi, kebersamaan, dan identitas yang terus dijaga.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks