BENGKULU — Gangguan teknis pada sistem pendaftaran SPMB memicu gelombang pengaduan langsung ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu. Puluhan wali murid dan calon siswa baru terpaksa datang untuk menyelesaikan proses verifikasi secara manual.
Mereka bergantian menghadap panitia karena tidak bisa mengunggah dokumen persyaratan melalui aplikasi SPMB. Kendala terparah terjadi pada jalur prestasi yang mewajibkan peserta melakukan kurasi dan mengunggah bukti piagam penghargaan.
Lonjakan Trafik Sistem Jadi Penyebab Utama
Menurut Teuku Zulkarnain, gangguan sistem kemungkinan besar disebabkan oleh tingginya jumlah pengguna yang mengakses server secara bersamaan. Lonjakan trafik itu membuat proses login dan unggah dokumen melambat drastis.
“Sejak awal kami sudah menyarankan agar masa pendaftaran diperpanjang. Masih banyak calon siswa yang mengalami kendala saat login ke sistem pendaftaran,” ujar Teuku dalam keterangannya, baru-baru ini.
Jalur Prestasi Paling Terdampak Gangguan Teknis
Jalur prestasi menjadi titik paling kritis. Peserta diwajibkan melalui proses kurasi dokumen dan mengunggah berbagai bukti prestasi berupa piagam penghargaan melalui aplikasi SPMB. Namun, sistem yang tidak stabil membuat banyak peserta gagal menyelesaikan tahapan tersebut.
Akibatnya, puluhan calon siswa bersama orang tua mereka harus mendatangi langsung kantor Dikbud. Mereka terlihat bergantian menghadap panitia untuk menyelesaikan proses verifikasi dan kurasi dokumen secara manual.
DPRD Minta Waktu Pendaftaran Jalur Afirmasi Juga Ditambah
Teuku menjelaskan, DPRD sejak awal telah mengingatkan agar waktu pendaftaran pada jalur yang membutuhkan akses sistem secara intensif, seperti jalur prestasi dan afirmasi, diberikan rentang waktu yang lebih panjang.
DPRD berharap Dikbud Provinsi Bengkulu segera mengambil langkah cepat dan tepat agar proses SPMB berjalan lancar, transparan, dan tidak merugikan hak calon peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan yang adil.