BENGKULU — Aktivitas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah Sekretaris DPRD Kota Bengkulu berinisial SF berlangsung sekitar lima jam. Rumah di kawasan RT 18 RW 02, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Gading Cempaka itu mulai dimasuki tim sekitar pukul 16.30 WIB.
Pantauan di lapangan, petugas keluar-masuk rumah hingga malam hari. Tiga koper berukuran besar terlihat diangkut dari dalam rumah menuju kendaraan operasional yang terparkir di sekitar gang permukiman.
Warga Baru Tahu Kedatangan KPK Setelah Wartawan Berdatangan
Puluhan warga berkumpul di sekitar lokasi sejak Magrib. Suasana permukiman mendadak ramai setelah sejumlah kendaraan dan aparat bersenjata lengkap berjaga di pintu masuk gang.
Ida Ali, warga setempat, mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya. Ia baru mengetahui rombongan yang datang adalah penyidik lembaga antirasuah setelah melihat wartawan berdatangan.
"Kejadiannya habis Magrib. Sekitar jam setengah enam mereka masuk ke rumah itu. Ramai sekali, kami kira ada apa," kata Ida di lokasi, Jumat malam.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari KPK maupun Sekwan
Hingga penggeledahan usai, belum ada keterangan resmi dari penyidik KPK mengenai barang bukti yang disita maupun perkara yang tengah didalami. Aktivitas di lokasi berlangsung tertutup.
Pihak Sekretariat DPRD Kota Bengkulu juga belum memberikan tanggapan terkait penggeledahan ini. SF sendiri merupakan pejabat sekretaris dewan yang membawahi administrasi dan kesekretariatan DPRD Kota Bengkulu.
Penggeledahan ini menjadi perhatian publik di Bengkulu karena menyangkut pejabat struktural di lingkungan legislatif. Publik menunggu perkembangan penyidikan dari KPK dalam beberapa hari ke depan.