BENGKULU — Kelahiran tersebut tercatat dalam Berita Acara Kelahiran Nomor BA.534/K.2/SKWVI/KSA.03.02/B/5/2026. Vice President of Life Sciences Taman Safari Indonesia, Bongot Huaso Mulia, menyebut pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan program pengembangbiakan di lembaga konservasi.
"Keberhasilan ini menunjukkan pengelolaan satwa dan program breeding konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan di Taman Safari Indonesia Prigen berjalan dengan baik," ujar Bongot dalam keterangan resmi, Minggu (7/6).
Ancaman di Alam Liar dan Status Kritis
Harimau sumatra merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih dimiliki Indonesia. Populasinya di alam liar terus menyusut akibat kehilangan habitat, konflik dengan manusia, dan perburuan ilegal.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) menempatkan harimau sumatra dalam kategori Critically Endangered atau kritis dalam Daftar Merah spesies terancam punah. Setiap kelahiran di luar habitat alami dianggap sebagai harapan baru bagi kelangsungan spesies.
Indukan Dini Catatkan Keberhasilan Kedua
Indukan betina bernama Dini bukan kali pertama menjadi induk. Pada 4 Mei 2021, Dini melahirkan dua anak harimau sumatra yang kemudian diberi nama Isyana dan Aura. Kini, ia kembali melahirkan empat ekor dalam satu kelahiran.
Saat ini, Dini bersama keempat anaknya berada dalam kondisi sehat. Tim dokter hewan dan animal keeper TSI Prigen melakukan pemantauan intensif untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak harimau berlangsung optimal.
Konservasi Tak Bisa Sendiri
TSI Prigen menilai upaya pelestarian satwa langka tidak bisa dilakukan oleh lembaga konservasi semata. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat luas.
Melalui keberhasilan ini, Taman Safari Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian satwa liar dan keanekaragaman hayati Indonesia. Menjaga keberlangsungan hidup harimau sumatra berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang memiliki peran penting bagi kehidupan berbagai spesies dan manusia.