Pencarian

Joe Cole: Inggris Harus Berani ‘Kasar’ di Momen Kritis untuk Juara Piala Dunia

Minggu, 07 Juni 2026 • 08:28:31 WIB
Joe Cole: Inggris Harus Berani ‘Kasar’ di Momen Kritis untuk Juara Piala Dunia
Joe Cole menilai Inggris perlu tampil lebih agresif di momen krusial Piala Dunia.

BENGKULU — Joe Cole, yang memperkuat Inggris di Piala Dunia 2002 dan 2006, percaya skuad asuhan Gareth Southgate memiliki materi pemain dan pelatih yang mumpuni. Namun, ia mengingatkan bahwa raihan trofi akan ditentukan oleh respons tim saat tekanan memuncak, bukan sekadar skema rapi di atas kertas.

Belajar dari ‘Kekacauan’ Argentina di Piala Dunia 2022

Cole merujuk pada momen semifinal Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Belanda. Saat skor imbang 2-2, pemain Argentina, Leandro Paredes, dengan sengaja menembakkan bola ke arah bangku cadangan Belanda hingga memicu keributan di pinggir lapangan.

“Momen itu justru membangunkan Argentina. Mereka akhirnya menang. Jika Paredes tidak melakukan itu, saya pikir Belanda akan mengalahkan mereka dan Prancis yang akan juara,” ujar Cole dalam wawancara dengan FourFourTwo.

‘Kami Terlalu Sopan, Sudah Saatnya Berubah’

Cole menilai pendekatan Inggris saat ini terlalu steril. Ia khawatir para pemain hanya menjadi “murid yang baik” tanpa memiliki insting nakal yang diperlukan di turnamen besar.

“Kami sudah berputar-putar. Cara kami bermain sangat terukur, pelatihannya luar biasa, semua pemain adalah murid yang sangat baik. Tapi ketika orang bilang Jude Bellingham harus menahan diri, saya justru bilang: ‘Tidak, kamu yang pimpin tim,'” tegas Cole.

Satu Momen, Satu Pemain yang ‘Menendang Pantat’ Permainan

Menurut mantan playmaker Chelsea itu, mulai dari babak 16 besar nanti, Inggris pasti akan menghadapi situasi terjepit. Di titik itulah karakter sejati tim diuji.

“Akan tiba saatnya Inggris berada di bawah tekanan. Untuk memenangkan Piala Dunia, seseorang harus mengambil alih permainan dengan cara yang keras. Bukan sekadar bermain cantik, tapi merebut kendali pertandingan,” pungkas Cole.

Pernyataan ini muncul jelang persiapan akhir Inggris menuju Piala Dunia musim panas ini. The Three Lions kembali diunggulkan, namun skeptisisme soal mentalitas tim masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas sejak 1966.

Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks