BENGKULU — Pernyataan itu disampaikan JK dalam forum Amartha Asia Grassroots Forum di Jakarta, Kamis (4/6). Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi global justru mendorong peran negara yang lebih besar dalam aktivitas ekonomi. Namun, ia menegaskan pertumbuhan tetap bergantung pada investasi dan kreasi sektor swasta.
Data Ketenagakerjaan vs Peran Negara
"Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar empat juta orang," kata JK dalam keterangan resmi yang dikutip Antara. Angka itu merujuk pada total pegawai negeri sipil dan aparatur negara lainnya. Ia membandingkannya dengan jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai lebih dari 140 juta jiwa.
"Yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat justru para pengusaha yang membuat kegiatan ekonomi dan investasi," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.
Modal Utama Bukan Uang, Tapi Ide dan Kepercayaan
JK menilai pemerintah telah menyediakan fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, ia menekankan dana bukanlah faktor pertama dalam membangun usaha. "Modal yang pertama adalah inovasi, kreativitas, dan ide. Itu yang nomor satu. Yang kedua baru modal," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas. Menurut JK, kepercayaan menjadi fondasi utama bagi pelaku usaha untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat dan lembaga keuangan. "Seorang pengusaha modalnya adalah kepercayaan. Begitu Anda tidak punya kepercayaan, orang tidak akan percaya kepada Anda," katanya.
Teknologi dan Risiko sebagai Kunci Daya Saing
Di hadapan peserta forum, JK mendorong generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas. Ia memperingatkan agar Indonesia tidak terus bergantung pada sumber daya alam sebagai penopang ekonomi. "Bagaimana kita membangun kemampuan teknologi sendiri. Dengan kemauan dan keberanian, itu bisa dilakukan," ujarnya.
Kombinasi kreativitas, penguasaan teknologi, keberanian mengambil risiko, dan integritas, menurut JK, menjadi faktor penentu daya saing. Hal ini dinilai krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompetitif.