Pencarian

Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Merangkak Naik ke Rp2.370 per Kg, Masih Jauh dari Acuan Pemerintah Rp3.465

Kamis, 04 Juni 2026 • 11:29:31 WIB
Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Merangkak Naik ke Rp2.370 per Kg, Masih Jauh dari Acuan Pemerintah Rp3.465
Harga TBS sawit di Bengkulu Utara naik menjadi Rp2.370 per kilogram pada awal Juni 2026.

ARGAMAKMUR — Tren positif mulai terlihat di perkebunan sawit Bengkulu Utara setelah harga TBS di tingkat produsen non-mitra menembus angka Rp2.000 per kilogram awal Juni ini. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi petani yang selama beberapa pekan terakhir harus gigit jari akibat harga anjlok.

Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkulu Utara, Safarudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga di delapan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut setiap hari.

"Alhamdulillah, kini mulai alami kenaikan meskipun belum signifikan," ujar Safarudin, Rabu (3/6/2026).

Angka Acuan Masih Jauh: Selisih Harga Capai Rp1.095 per Kg

Meski harga merangkak naik, realisasi di lapangan masih jauh dari ekspektasi. Berdasarkan penetapan tim harga TBS Provinsi Bengkulu pada periode kedua bulan Mei 2026, harga acuan TBS ditetapkan sebesar Rp3.465 per kilogram. Artinya, harga tertinggi saat ini di PT BAS yang mencapai Rp2.370 per kilogram masih terpaut Rp1.095 dari target.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga di tingkat petani belum sepenuhnya pulih. Harga terendah yang tercatat di PT SM sebesar Rp2.100 per kilogram bahkan hanya 60 persen dari angka acuan provinsi.

Delapan Perusahaan Sawit Dipantau Harian, Pemkab Berharap Tren Berlanjut

Safarudin menjelaskan bahwa Dinas Perkebunan Bengkulu Utara tidak tinggal diam. Pihaknya mengawal pergerakan harga di delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang aktif menyerap TBS petani di daerah itu. Pengawasan harian ini dilakukan untuk memastikan perusahaan tidak seenaknya menekan harga di bawah kewajaran.

"Kami akan terus mengawal harga agar tidak kembali anjlok dan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap penetapan harga TBS," tegas Safarudin.

Pemerintah kabupaten berharap tren kenaikan ini terus berlanjut sehingga kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Utara dapat segera pulih. Sebab, sektor kelapa sawit menjadi tumpuan ekonomi utama sebagian besar warga di wilayah tersebut.

Apa yang Menahan Harga TBS di Bengkulu Utara?

Kesenjangan antara harga riil dan acuan pemerintah bukan persoalan baru di Bengkulu Utara. Fluktuasi harga CPO global, biaya transportasi, serta kebijakan pembelian masing-masing pabrik kerap menjadi faktor penentu. Meski demikian, kenaikan tipis awal Juni ini setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi petani yang sempat tertekan dengan harga rendah beberapa waktu lalu.

Dengan pengawasan yang diperketat dan tren harga yang mulai positif, petani berharap angka acuan Rp3.465 per kilogram bisa kembali terkejar dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: radarutara.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks