Pencarian

Harga Emas Antam di Indonesia Turun Jadi Rp2.759.000 per Gram pada Kamis (4/6), Logam Mulia 24 Karat Kian Terjangkau

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:41:00 WIB
Harga Emas Antam di Indonesia Turun Jadi Rp2.759.000 per Gram pada Kamis (4/6), Logam Mulia 24 Karat Kian Terjangkau
Harga emas Antam turun menjadi Rp2.759.000 per gram pada Kamis (4/6).

JAKARTA — Harga emas Antam kembali menunjukkan pergerakan negatif di pasar domestik. Pada Kamis (4/6), harga dasar logam mulia Antam ukuran 1 gram ditetapkan di angka Rp2.759.000, turun tipis dari hari sebelumnya.

Penurunan harga ini membuat selisih antara harga jual (buyback) dan harga beli semakin terlihat. Antam mematok harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan ke PT Antam di level Rp2.545.000 per gram pada hari yang sama.

Selisih Harga Jual dan Buyback Masih Lebar

Selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp214.000 per gram. Angka ini merupakan potensi kerugian yang harus diperhitungkan jika pemilik emas berniat menjual kembali logam mulianya dalam waktu dekat.

Harga buyback yang lebih rendah dari harga jual merupakan hal wajar di pasar logam mulia. Selisih tersebut mencakup biaya produksi, margin, dan biaya operasional yang dikenakan oleh Antam sebagai produsen.

Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran

Selain ukuran 1 gram, Antam juga menetapkan harga untuk berbagai bobot lainnya. Berikut rincian harga emas batangan Antam pada Kamis (4/6):

  • Ukuran 0,5 gram: Rp1.429.500
  • Ukuran 2 gram: Rp5.458.000
  • Ukuran 5 gram: Rp13.395.000
  • Ukuran 10 gram: Rp26.735.000
  • Ukuran 50 gram: Rp132.595.000
  • Ukuran 100 gram: Rp265.112.000
  • Ukuran 250 gram: Rp662.265.000
  • Ukuran 500 gram: Rp1.324.320.000
  • Ukuran 1.000 gram: Rp2.648.600.000

Faktor Pemicu Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Fluktuasi harga emas Antam dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan global, harga emas spot bergerak variatif seiring dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Sentimen lain yang turut mempengaruhi adalah data ekonomi AS yang dirilis pekan ini. Pasar menanti sinyal apakah The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini, yang bisa mendorong harga emas kembali menguat.

Prospek Harga Emas ke Depan

Analis memandang harga emas masih berpeluang naik dalam jangka panjang. Faktor ketidakpastian global dan permintaan safe-haven dari bank sentral berbagai negara menjadi katalis utama yang menopang harga logam mulia.

Bagi investor ritel di Indonesia, penurunan harga seperti saat ini kerap dimanfaatkan sebagai momen akumulasi pembelian. Namun, penting untuk mencermati selisih harga jual dan buyback sebelum memutuskan bertransaksi.

Bagikan
Sumber: idnfinancials.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks