Pencarian

UMKM Binaan BI Bengkulu Tembus IN2MOTIONFEST 2026, Motif Kaganga Suku Rejang Dipamerkan di Jakarta

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 10:01:02 WIB
UMKM Binaan BI Bengkulu Tembus IN2MOTIONFEST 2026, Motif Kaganga Suku Rejang Dipamerkan di Jakarta
Busana bermotif Kaganga karya Mode by Cheka dipamerkan pada IN2MOTIONFEST 2026 di Jakarta International Convention Center, Rabu (14/10/2026).

BENGKULU — Keikutsertaan Mode by Cheka berlangsung lewat program IKRA Indonesia, pembinaan UMKM kreatif yang dijalankan Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC). Motif Kaganga dipadukan dengan desain kontemporer tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi ciri khasnya. Langkah tersebut menempatkan identitas budaya Bengkulu sebagai nilai tambah produk, bukan sekadar ornamen.

Dari Naskah Kuno Rejang ke Ranah Fesyen Global

Motif Kaganga selama ini lekat dengan warisan aksara dan naskah kuno Suku Rejang yang tersebar di wilayah Bengkulu. Pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, dan promosi menjadi tiga hal yang dinilai menentukan daya jangkau wastra daerah. Dengan ketiganya, kekayaan budaya lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

IN2MOTIONFEST 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center pada Rabu (14/10/2026). Ajang ini memasuki penyelenggaraan kelima dan untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia

Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 menempatkan Indonesia di posisi pertama dunia pada sektor modest fashion. Pencapaian itu ditopang kekayaan budaya, keberagaman desain, fasilitasi pemerintah, serta keikutsertaan pelaku usaha dalam berbagai ajang fesyen internasional.

Industri ini membuka peluang ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, perajin, serta desainer lokal. Selain memperluas pasar produk kreatif, pengembangan modest fashion berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekspor.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman membuka kegiatan tersebut bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar. Tema yang diusung: "Indonesia's Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business".

Pelaku Usaha Harus Bertemu Calon Pembeli, Bukan Cuma Promosi

Aida menekankan pentingnya membangun ekosistem modest fashion secara terpadu, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki akses ke calon pembeli agar promosi berujung pada transaksi dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

"Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan," ujar Aida.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti peluang produk modest fashion Indonesia menembus pasar lebih luas. Kekayaan budaya dan keunikan desain dinilai menjadi modal penting untuk menarik konsumen di negara-negara muslim maupun pasar internasional lainnya. Ia juga mengingatkan perlindungan kekayaan intelektual agar karya desainer terlindungi dari penggunaan tanpa izin.

Wastra Daerah Dinilai Perkuat Wisata Belanja

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai wastra dan kreativitas fesyen Indonesia dapat memperkuat daya tarik wisata belanja. Peragaan busana, pameran, dan kegiatan bisnis dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan membuka peluang kemitraan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan.

Bank Indonesia bersama IFC dan kementerian/lembaga terkait mendukung pengembangan pelaku usaha modest fashion sejak 2018. Pembinaan mencakup kurasi produk, pelatihan, pendampingan, pengembangan merek melalui IKRA Brand Leveling System, serta peningkatan kualitas produk wastra. Kementerian Perdagangan melengkapinya lewat promosi dagang, business matching, dan pengembangan jejaring pembeli domestik maupun internasional.

Dukungan itu perlu diimbangi kesiapan UMKM menjaga kualitas, memenuhi kapasitas produksi, menetapkan harga kompetitif, dan memperkuat pengelolaan usaha. Bagi Bengkulu, keikutsertaan Mode by Cheka menjadi uji pertama sejauh mana motif Kaganga diterima pasar fesyen nasional.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teropongpublik.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks