BENGKULU — Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) lanjut usia di Lapas Kelas IIA Bengkulu menerima tambahan asupan gizi secara berkala. Mereka mendapatkan susu dan biskuit yang didistribusikan langsung oleh petugas perawat lapas yang didampingi Komandan Jaga.
Pembagian makanan tambahan ini berlangsung di Blok C, yang juga dikenal dengan sebutan Blok Raharjo. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Klinik Pratama Lapas Bengkulu untuk memantau kondisi fisik para lansia yang rentan terhadap penurunan daya tahan tubuh.
Prioritas Kesehatan untuk Kelompok Rentan
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa perhatian lebih terhadap warga binaan lansia menjadi prioritas yang terus diperkuat. Menurutnya, kelompok usia lanjut membutuhkan pemantauan kesehatan, asupan gizi, dan pemeriksaan kondisi fisik secara berkala.
"Pemberian extra fooding ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga binaan lanjut usia agar kondisi kesehatannya tetap terjaga. Kami ingin memastikan bahwa mereka memperoleh hak pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas," ujar Julianto.
Bukan Sekadar Makanan Tambahan
Selain mendistribusikan susu dan biskuit, petugas kesehatan juga menyempatkan diri memberikan edukasi singkat kepada para lansia. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pola makan teratur, aktivitas fisik ringan yang aman, serta kepatuhan minum obat bagi warga binaan yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pendampingan langsung dari perawat dan komandan jaga dalam kegiatan ini menjadi wujud sinergi agar layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh warga binaan secara optimal. Para lansia pun menyambut positif perhatian yang diberikan petugas.
Mendukung Program Pembinaan yang Profesional
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap kondisi kesehatan para WBP lansia tetap stabil sehingga mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dengan baik. Upaya ini sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.
Pemberian makanan tambahan ini direncanakan berlangsung secara berkesinambungan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Dengan begitu, kualitas hidup warga binaan kategori rentan di dalam lapas diharapkan terus meningkat.