KEPAHIANG — Warga Desa Embong Ijuk, Kabupaten Kepahiang, dibuat resah setelah sejumlah makam di TPU desa setempat ditemukan rusak. Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan pada puluhan makam, dengan bagian nisan yang tidak lagi dalam posisi semestinya.
Belum ada keterangan resmi soal kapan kerusakan itu mulai muncul. Penyebabnya pun masih tanda tanya: apakah akibat ulah manusia, faktor alam, atau karena bangunan makam yang sudah lama berdiri.
Apa yang Ditemukan di Lokasi
Kerusakan terlihat pada puluhan makam. Sejumlah nisan ditemukan dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya, memicu pertanyaan warga soal siapa atau apa yang menyebabkan kerusakan tersebut.
Keluarga yang memiliki kerabat dimakamkan di TPU Embong Ijuk menjadi pihak paling terdampak. Bagi mereka, makam bukan sekadar bangunan, melainkan tempat peristirahatan terakhir yang punya nilai penting bagi keluarga dan masyarakat.
Warga Minta Pemerintah Desa Cek Menyeluruh
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Embong Ijuk segera mengecek kondisi TPU secara menyeluruh. Pemeriksaan itu dinilai perlu untuk memastikan berapa jumlah makam yang rusak sekaligus mencari tahu apakah ada tanda-tanda yang mengarah pada tindakan manusia atau faktor lain.
Salah seorang warga yang mengetahui kondisi tersebut mengaku prihatin. Menurutnya, persoalan ini perlu segera ditelusuri agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.
"Yang jelas kami melihat ada banyak makam yang kondisinya rusak. Kami juga belum tahu penyebabnya dan siapa yang melakukan kalau memang ini akibat ulah seseorang," ujar warga.
Jangan Saling Tuduh Sebelum Ada Bukti
Hingga kini belum ada pihak yang bisa dipastikan sebagai pelaku. Dugaan motif dan tujuan di balik kerusakan juga masih belum jelas.
Karena itu, warga diminta tidak terburu-buru menuduh pihak tertentu sebelum ada keterangan dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Informasi soal dugaan pengerusakan makam diharapkan tidak berkembang menjadi spekulasi liar.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan unsur kesengajaan dan dugaan tindak pidana, warga berharap persoalan itu ditindaklanjuti pihak berwenang sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, bila kerusakan ternyata disebabkan faktor lain, warga meminta ada penjelasan jelas agar keresahan tidak berkepanjangan.
Konfirmasi Masih Diupayakan
Pewarta masih berupaya menghubungi Pemerintah Desa Embong Ijuk dan pihak kepolisian untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. Informasi yang dibutuhkan mencakup jumlah pasti makam yang rusak, penyebab kejadian, serta langkah yang akan diambil menindaklanjuti temuan tersebut.