Pencarian

Danjen Kopassus Djon Afriandi Dianugerahi Gelar Adat Panglima Raja oleh BMA Bengkulu, Ini Alasannya

Jumat, 26 Juni 2026 • 12:02:01 WIB
Danjen Kopassus Djon Afriandi Dianugerahi Gelar Adat Panglima Raja oleh BMA Bengkulu, Ini Alasannya
Letjen TNI Djon Afriandi menerima gelar adat Panglima Raja dari BMA Provinsi Bengkulu.

BENGKULU — Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Kopassus, kini menyandang gelar adat Panglima Raja dari BMA Provinsi Bengkulu. Penganugerahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil penilaian matang lembaga adat terhadap latar belakang dan kontribusinya.

Proses Penilaian: Bukan Sekadar Garis Keturunan

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi, menegaskan bahwa pemberian gelar ini melalui proses panjang. "Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini," ujarnya di Bengkulu.

Djon Afriandi merupakan putra Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib yang berasal dari Suku Lembak, salah satu suku asli Bengkulu. Dari garis ibu, ia juga memiliki hubungan erat dengan Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu.

Rekam Jejak Militer Jadi Pertimbangan Utama

Selain faktor genealogis, BMA menilai rekam jejak pengabdian Djon Afriandi sebagai pertimbangan utama. Karier militernya hingga dipercaya memimpin Kopassus dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan daerah.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turut mengapresiasi penghormatan adat ini. "Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI," katanya.

Gelar Bukan Sekadar Mahkota, Melainkan Amanah

Usai menerima gelar, Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan menekankan tanggung jawab yang melekat. "Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga muruah adat serta memperkuat tali persaudaraan," ujar Djon.

Ia berjanji akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari dan terus memperkuat persatuan. Pernyataan ini menegaskan bahwa gelar adat mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar simbolis.

Rangkaian Acara: Semarak Muharram dan Santunan Anak Yatim

Prosesi penyematan gelar dilakukan langsung oleh Ketua BMA dan didampingi Gubernur Bengkulu. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Muharram 1448 Hijriah yang juga mencakup kegiatan sosial.

Dalam kesempatan yang sama, panitia menyerahkan santunan kepada 200 anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan adat dan keagamaan berjalan beriringan dengan aksi sosial.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks