BENGKULU — Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga bernama Syamsul Arifin melalui saluran darurat 112 pada pukul 03.54 WIB. "Dugaan sementara kebakaran kontrakan dua pintu milik H Sayadi disebabkan akibat korsleting listrik," ujarnya di Jakarta, Rabu.
Kronologi dan Proses Pemadaman
Api pertama kali diketahui oleh seorang penghuni bernama Suratno. Saat terbangun dari tidur, ia melihat kobaran api sudah membesar di bagian teras kontrakan. Suratno segera menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Laporan ke petugas pemadam kebakaran pun segera dilakukan.
Unit pertama pemadam tiba di lokasi di Jalan Arabika, RT 002/RW 07, Pondok Kopi, pada pukul 04.07 WIB. Operasi pemadaman dimulai semenit kemudian dan api berhasil dilokalisasi pada pukul 04.15 WIB. "Api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi," kata Abdul. Proses pendinginan berlangsung hingga pukul 04.38 WIB, dan kebakaran dinyatakan selesai total pada pukul 05.55 WIB.
Lima Jiwa Terdampak, Kerugian Masih Dihitung
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, didukung oleh 60 personel. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, lima orang yang tinggal di dua unit kontrakan tersebut kini harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Abdul menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan untuk menghitung jumlah kerugian material yang diderita korban. "Kami masih menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran ini," tuturnya.
Imbauan Waspada Korsleting Listrik
Peristiwa ini menjadi pengingat kembali akan bahaya korsleting listrik yang kerap memicu kebakaran di pemukiman padat penduduk. Abdul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong atau saat tidur malam hari. Pengecekan instalasi listrik secara berkala dan tidak membebani satu stop kontak dengan terlalu banyak perangkat elektronik menjadi langkah sederhana yang bisa mencegah tragedi serupa.