BENGKULU — Ratusan titik parkir yang tersebar di sekitar area Festival Tabut 2026 disebut Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi sebagai tantangan terbesar dalam menjaga ketertiban. Pemerintah kota memastikan tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran aturan parkir selama acara berlangsung.
Warga Diminta Jadi "Mata" Petugas di Lapangan
Pemkot Bengkulu mengoptimalkan pengawasan petugas, tetapi mengakui tidak semua titik bisa terpantau maksimal. Karena itu, Dedy meminta masyarakat berperan aktif melaporkan praktik parkir liar atau pungutan liar yang ditemukan.
"Festival Tabut memiliki puluhan bahkan ratusan titik parkir yang tersebar di berbagai lokasi. Tentu tidak semuanya bisa terpantau secara maksimal oleh petugas, sehingga kami sangat membutuhkan bantuan masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan," ujar Dedy dalam keterangan yang diterima, Senin.
Laporan Warga Jadi Dasar Investigasi dan Penindakan
Setiap laporan yang masuk, menurut Dedy, akan langsung menjadi bahan evaluasi. Jika diperlukan, tim akan turun melakukan investigasi lapangan untuk memverifikasi temuan sebelum menjatuhkan sanksi.
"Bahkan jika perlu dilakukan investigasi di lapangan, kami sangat terbuka menerima informasi tersebut sebagai dasar penindakan," tegasnya.
Sanksi Menanti Oknum yang Terbukti Langgar Aturan
Dedy menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun. Sanksi sudah disiapkan bagi oknum yang terbukti memungut tarif di luar ketentuan atau mengelola lahan parkir secara ilegal.
"Kalau memang ditemukan pelanggaran dan terbukti tidak sesuai ketentuan yang berlaku, tentu akan ada sanksi yang diberikan," tutupnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang menghadiri rangkaian kegiatan Festival Tabut 2026. Pemkot berharap pengawasan bersama bisa menekan praktik parkir liar yang kerap meresahkan warga saat event besar berlangsung.