BENGKULU TENGAH — Belanja konsumsi rapat di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah tahun lalu disorot Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemkab Bengkulu Tengah Tahun Anggaran 2024, BPK mengungkap realisasi belanja yang tidak mencerminkan kondisi senyatanya.
Mengapa BPK Memeriksa Belanja Konsumsi Rapat?
Auditor melakukan pengujian secara uji petik pada delapan OPD dengan total realisasi belanja Rp4,01 miliar. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian data antara laporan dan kondisi di lapangan.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menjadi OPD dengan realisasi terbesar, mencapai Rp1,03 miliar atau 99,99 persen dari pagu. Disusul Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mencatat realisasi Rp776 juta atau 94,71 persen dari anggaran.
OPD Mana Saja yang Diperiksa?
- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi: Rp1,03 miliar (99,99 persen)
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: Rp776 juta (94,71 persen)
- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik: Rp573,72 juta (79,31 persen)
- Dinas Kesehatan: Rp561,55 juta (91,24 persen)
- DP3AP2KB: Rp291,40 juta (77,31 persen)
Selain kelima OPD tersebut, BPK juga memeriksa tiga OPD lainnya yang tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan.
Apa Saja Pelanggaran yang Ditemukan?
BPK menyebut realisasi belanja makanan dan minuman rapat tidak sesuai ketentuan serta tidak mencerminkan kondisi senyatanya. Artinya, ada indikasi pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun fisik.
Meski demikian, BPK belum merinci detail pelanggaran per OPD. Temuan ini baru sebatas hasil pemeriksaan awal yang akan ditindaklanjuti dengan rekomendasi perbaikan.
Bagaimana Tindak Lanjut Temuan BPK?
Pemkab Bengkulu Tengah diwajibkan menindaklanjuti rekomendasi BPK dalam waktu tertentu. Jika tidak, temuan ini bisa berujung pada opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang terancam turun.
Belanja konsumsi rapat kerap menjadi celah pemborosan anggaran di banyak daerah. Temuan di Bengkulu Tengah ini menjadi pengingat bagi OPD lain untuk lebih ketat dalam merealisasikan anggaran.