BENGKULU — BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa terdeteksi di darat-laut, sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Kedalaman hiposenter yang hanya 10 kilometer membuat guncangan terasa cukup kuat di permukaan.
“Tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan resmi BMKG yang dipantau di Jakarta. Pernyataan itu merujuk pada hasil pemodelan yang menunjukkan mekanisme gempa tidak memicu pergerakan vertikal dasar laut secara signifikan.
Imbauan Warga dan Mitigasi Gempa Susulan
BMKG mengimbau masyarakat Palu dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak akibat guncangan utama untuk mengantisipasi risiko gempa susulan.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan terpisah menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa panik. “Gempa susulan berkekuatan lebih kecil bisa terjadi. Pastikan struktur bangunan aman sebelum kembali ke dalam rumah,” ujarnya.
Jarak Episenter dan Konteks Seismik Regional
Menurut data BMKG, episenter gempa ini berjarak sekitar 1.591 kilometer dari kawasan Gunung Sahari Selatan, Jakarta. Secara tektonik, wilayah Palu dan sekitarnya memang dikenal sebagai zona rawan gempa karena berada di jalur Sesar Palu-Koro, sesar aktif yang membentang dari Teluk Palu hingga ke arah selatan.
Gempa magnitudo 6,7 ini menjadi pengingat atas bencana dahsyat tahun 2018 lalu, ketika gempa dan tsunami meluluhlantakkan Palu. Meski kali ini tidak berpotensi tsunami, guncangan tetap memicu kekhawatiran di kalangan warga yang masih menyimpan trauma.
Pemantauan dan Respons Awal Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Palu melalui BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak di lapangan. Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur signifikan yang diterima hingga berita ini diturunkan.
BMKG terus memperbarui informasi melalui aplikasi dan kanal resmi. Masyarakat diminta memantau perkembangan dari sumber terpercaya dan tidak menyebarkan isu yang belum terverifikasi kebenarannya.