Peleton 2 Jaga Kota yang dipimpin Husni Thamrin Sihombing menyisir sejumlah titik yang kerap menjadi sumber kemacetan. Mereka memberikan teguran langsung kepada pedagang yang masih memanfaatkan badan jalan dan Daerah Milik Jalan (DMJ) untuk berjualan.
“Kami minta lapak dan barang dagangan tidak menghalangi arus kendaraan maupun pejalan kaki,” ujar Husni di lokasi. Para juru parkir juga diingatkan agar tidak memfasilitasi parkir di zona terlarang yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Pengawasan Berlangsung Setiap Hari Selama Festival
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr. Sahat M. Situmorang, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di pos-pos pengawasan strategis. Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh rangkaian Festival Tabot 2026 rampung.
“Setiap hari kami menempatkan personel. Petugas akan terus melakukan peneguran hingga penertiban terhadap pelanggar aturan yang mengganggu ketertiban umum,” kata Sahat dalam keterangannya, Minggu.
Bukan Sekadar Razia, Tapi Edukasi Ketertiban Publik
Sahat menjelaskan bahwa operasi ini bukan semata-mata tindakan represif. Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif agar masyarakat sadar pentingnya menjaga keteraturan di ruang publik selama festival berlangsung.
“Pedagang dan juru parkir kami harapkan dapat bekerja sama. Dengan menempati lokasi yang telah ditentukan, akses pengunjung lebih mudah, lalu lintas lancar, dan keamanan kawasan terjaga,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Citra Wisata Pantai Panjang
Penataan ini juga bertujuan menjaga citra Pantai Panjang sebagai destinasi unggulan Kota Bengkulu. Kawasan yang bersih dan bebas hambatan diyakini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang untuk menyaksikan Festival Tabot maupun sekadar menikmati pantai.
Pemerintah menilai keberadaan pedagang dan juru parkir memang penting untuk mendukung aktivitas ekonomi selama festival. Namun, semua aktivitas itu harus tetap mematuhi aturan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan dan pengunjung.
Festival Tabot: Agenda Budaya Tahunan yang Dinanti
Festival Tabot merupakan agenda budaya tahunan yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Dengan lonjakan pengunjung yang diperkirakan terjadi, Pemerintah Kota Bengkulu terus melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengaturan ketat aktivitas perdagangan dan parkir di sekitar lokasi acara.
Satpol PP memastikan kegiatan pengawasan dan penataan akan terus dilakukan secara rutin hingga Festival Tabot 2026 usai. Dukungan dari pedagang, juru parkir, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan suasana festival yang aman, tertib, dan meninggalkan kesan positif bagi setiap pengunjung.