Pencarian

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Nyatakan Peluru Nyasar di UNP Identik dengan Amunisi Latihan Personel

Senin, 08 Juni 2026 • 22:05:01 WIB
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Nyatakan Peluru Nyasar di UNP Identik dengan Amunisi Latihan Personel
Tim investigasi Kodam XX menyatakan peluru nyasar di UNP berasal dari amunisi latihan personel Yonif TP 897/Singgalang.

BENGKULU — Investigasi yang berlangsung selama dua hari itu mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi, yakni Kampus UNP dan Lapangan Tembak Lapai, serta uji balistik terhadap proyektil. Dari serangkaian pengujian teori dan lapangan, tim investigasi menyimpulkan peluru nyasar tersebut ditembakkan dari senjata api jenis pistol G2 Combat. "Amunisi yang ditemukan di salah satu korban yaitu sembilan milimeter sangat identik dengan amunisi latihan yang dilakukan oleh Yonif TP 897/Singgalang," kata Kolonel Taufiq di Kota Padang, Senin, 8 Juni, dilansir ANTARA.

Dua Jenis Senjata Digunakan Saat Latihan

Kapendam menjelaskan, personel Yonif TP 897/Singgalang menggunakan dua tipe senjata saat latihan di hari yang sama dengan insiden. Pertama, senjata laras panjang dengan amunisi kaliber 5,56 milimeter. Kedua, senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat yang menggunakan amunisi kaliber sembilan milimeter—jenis yang sama dengan proyektil yang menancap di kaki korban. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa peluru nyasar tersebut merupakan amunisi latihan yang meleset dari area tembak.

Lapangan Tembak Ditutup, Opsi Relokasi Dibuka

Pasca-insiden, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengambil langkah darurat dengan menutup Lapangan Tembak Lapai hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kolonel Taufiq juga tidak menutup kemungkinan untuk memindahkan lokasi latihan menembak prajurit ke tempat yang lebih aman. "Namun ini tentu saja perlu koordinasi dengan instansi terkait terutama pemerintah daerah," ujarnya. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang membahayakan warga sipil di sekitar area latihan.

Tanggung Jawab Penuh TNI untuk Korban

Kodam XX memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan, penyembuhan, hingga proses pemulihan trauma (trauma healing) bagi kedua korban. Komitmen ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian institusi TNI kepada masyarakat yang menjadi korban atas aktivitas militernya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas korban dan kondisi terkini mereka pasca-perawatan.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks