Pencarian

Produksi Minyak Nasional 576.133 BOPD per Mei 2026, PHR dan ExxonMobil Masih Jadi Andalan Meski Tak Capai Target

Minggu, 07 Juni 2026 • 15:35:01 WIB
Produksi Minyak Nasional 576.133 BOPD per Mei 2026, PHR dan ExxonMobil Masih Jadi Andalan Meski Tak Capai Target
Produksi minyak nasional per Mei 2026 mencapai 576.133 BOPD, masih di bawah target APBN.

BENGKULU — Jakarta — Realisasi produksi minyak nasional hingga akhir Mei 2026 masih berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data SKK Migas, produksi harian mencapai 576.133 barel, meninggalkan celah 33.867 barel dari target APBN 2026 sebesar 610.000 BOPD.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, fluktuasi produksi selama lima bulan pertama tahun ini dipicu oleh serangkaian kendala teknis di aset-aset strategis. "Januari sangat rendah karena terjadi pipa putus (TGI) sehingga tujuh KKKS produksinya sempat berhenti," ujarnya dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI beberapa waktu lalu.

Meski masalah pipa cepat teratasi dan produksi meningkat pada Februari, gangguan kembali muncul. Kali ini, masalah kelistrikan di pembangkit listrik Blok Rokan dan penurunan kondisi reservoir di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, menjadi biang kerok.

Dua Raksasa Minyak: PHR dan ExxonMobil

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan ExxonMobil Cepu Ltd masih mendominasi sebagai dua kontributor terbesar. PHR membukukan produksi 131.040 BOPD atau sekitar 22,7 persen dari total nasional. ExxonMobil Cepu menyusul tipis dengan 129.915 BOPD, setara 22,5 persen.

Namun, keduanya sama-sama belum mencapai target masing-masing. Realisasi PHR baru 80 persen dari target APBN, sementara ExxonMobil Cepu mencapai 87,5 persen. "Dua blok migas ini merupakan penopang terbesar produksi nasional kita," kata Djoko.

Pertamina EP dan Kontributor Lain di Papan Atas

Kontributor terbesar ketiga adalah PT Pertamina EP dengan produksi 73.983 BOPD. Disusul PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 26.473 BOPD, PT Pertamina Hulu Mahakam 25.575 BOPD, dan Medco E&P Natuna Ltd 24.023 BOPD.

Di kelompok menengah, PT Pertamina Hulu Energi OSES mencatat 18.036 BOPD, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 14.957 BOPD, dan PetroChina International Jabung Ltd 27.478 BOPD. Menariknya, PetroChina justru menembus 236,9 persen dari target yang ditetapkan.

KKKS Lain yang Kinerjanya Jebol Target

Selain PetroChina, beberapa KKKS lain juga mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. SAKA Indonesia Pangkah Ltd mencapai 152,2 persen target, JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi 129,2 persen, Medco E&P Natuna Ltd 126,3 persen, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 125 persen.

Kontribusi signifikan juga datang dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (8.543 BOPD), SAKA Indonesia Pangkah Ltd (8.754 BOPD), PT Bumi Siak Pusako (7.352 BOPD), dan BP Berau Ltd (7.076 BOPD).

Melengkapi 20 besar, ada PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (5.303 BOPD), Texcal Energy Mahato Inc. (4.997 BOPD), PC Ketapang II Ltd (4.833 BOPD), PT Imbang Tata Alam (4.654 BOPD), PT Medco E&P Rimau (4.039 BOPD), dan Petrogas (Basin) Ltd (4.203 BOPD).

Di luar 20 KKKS terbesar, kelompok lainnya secara kolektif masih menyumbang 35.606 BOPD terhadap produksi nasional.

Dengan target APBN 2026 sebesar 610.000 BOPD, masih ada pekerjaan rumah besar bagi SKK Migas dan para kontraktor untuk mengejar ketertinggalan di sisa tahun ini. Gangguan operasional di aset-aset utama menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan keandalan infrastruktur migas nasional.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks