BENGKULU — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Inflasi kota tersebut hanya 1,92%, atau posisi ketiga terendah se-Indonesia. Juhaini menyebut capaian ini bukti program stabilisasi harga dan pasokan berjalan tepat sasaran.
Komoditas Pangan dan Emas Jadi Penyumbang Utama
Juhaini menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi dengan andil 1,03%. Emas perhiasan dan sektor transportasi juga turut mendorong angka inflasi daerah.
Namun, harga beberapa komoditas hortikultura mulai menunjukkan tren penurunan. "Harga bawang merah mulai terkendali. Sedangkan tomat sempat mengalami peningkatan permintaan setelah Lebaran sehingga turut memengaruhi pergerakan harga," ujar Juhaini dalam keterangan resmi.
Strategi Pemkot: Operasi Pasar hingga Gerakan Menanam
Untuk menjaga tren positif, Pemkot Pangkalpinang menjalankan sejumlah langkah melalui TPID. Strategi yang diterapkan meliputi pemantauan harga bahan pokok secara rutin, operasi pasar, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan kosong melalui gerakan menanam. Menurut Juhaini, langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pasar yang harganya fluktuatif.
"Kami terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam kebutuhan pokok secara mandiri. Selain membantu kebutuhan keluarga, langkah ini juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi dari tingkat rumah tangga," tegasnya.
Waspada Lonjakan Harga Jelang Hari Besar
Meski berhasil masuk tiga besar nasional, Juhaini menegaskan Pemkot tidak akan berpuas diri. Tantangan terbesar masih menanti, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.
"Kami akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga. Yang terpenting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Ia berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. "Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh unsur masyarakat. Ke depan kami ingin Pangkalpinang terus menjadi daerah yang stabil, nyaman untuk investasi, dan mampu menjaga kesejahteraan masyarakat melalui inflasi yang terkendali," pungkas Juhaini.
Rakor tersebut dihadiri Inspektur Daerah, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.