BENGKULU — Keputusan panitia Roland Garros akhirnya mematahkan tradisi kontroversial yang sudah berlangsung tiga tahun. Sejak sistem satu pertandingan malam diperkenalkan pada 2021, hanya empat dari 60 slot perdana di Court Philippe Chatrier yang menampilkan laga putri. Laga Sabalenka melawan Osaka menjadi yang kelima.
Duel Juara Grand Slam: Nomor 1 Dunia vs Mantan Ratu Tenis
Sabalenka, unggulan teratas asal Belarusia, tengah memburu gelar Grand Slam kelimanya sekaligus mahkota perdana di tanah liat Roland Garros. Lawannya, Osaka yang merupakan unggulan ke-16 asal Jepang, juga kolektor empat gelar major. Keduanya sama-sama mantan nomor satu dunia.
“Saya bahkan tidak mengasosiasikan Perancis Terbuka dengan pertandingan malam,” ujar Osaka, Sabtu (1/6). Petenis 28 tahun itu mengaku tidak tahu apakah laga masuk pertimbangan sesi malam. “Saya cukup santai soal waktu bermain. Slot malam itu untuk popcorn matches,” tambahnya.
Tekanan ke Mauresmo: Mengapa Wanita Selalu Diabaikan?
Ketiadaan partai putri di jam tayang utama memicu kritik bertahun-tahun. Jessica Pegula, petenis Amerika peringkat lima dunia, tahun lalu mengaku seperti “membenturkan kepala ke tembok” memperjuangkan kesetaraan. Sementara finalis Wimbledon dua kali, Ons Jabeur, mempertanyakan apakah pengambil keputusan “punya anak perempuan”.
Tekanan memuncak pekan ini saat CEO WTA, Valerie Camillo, bertemu langsung dengan direktur turnamen Amelie Mauresmo—mantan petenis nomor satu dunia. Dalam pertemuan yang digambarkan WTA sebagai “terbuka dan produktif”, Camillo menegaskan keyakinannya bahwa petenis putri telah menghadirkan “kompetisi paling menarik dan dinamis” dalam beberapa tahun terakhir.
Alasan Mauresmo: Takut Laga Terlalu Cepat Selesai
Mauresmo konsisten beralasan bahwa risiko pertandingan putri berlangsung “terlalu cepat” menjadi pembenaran pemilihan. Tiket sesi malam untuk turnamen 2026 dibanderol €60 hingga €280 (sekitar Rp1 juta hingga Rp4,7 juta). Mauresmo juga menolak wacana memperpanjang sesi menjadi dua pertandingan seperti Australia Terbuka dan AS Terbuka karena khawatir jadwal molor hingga larut malam.
Analisis: Blockbuster yang Tak Bisa Diabaikan
Roland Garros sejatinya tak punya pilihan lain. Sabalenka versus Osaka adalah pertandingan terbaik hari itu—apalagi setelah Jannik Sinner tersingkir lebih awal. Status sesi malam sebagai “pertandingan terbaik” memang mulai dipertanyakan tahun ini, mengingat laga Novak Djokovic melawan Joao Fonseca justru dijadwalkan siang hari Jumat lalu.
Konsekuensinya kini ada di pundak Sabalenka dan Osaka. Jika laga berakhir singkat dua set, kekhawatiran Mauresmo justru akan menjadi senjata untuk menghantam tenis putri. Ironisnya, skenario itu hanya akan diperparah oleh keengganan panitia selama ini menampilkan bintang-bintang wanitanya di panggung utama malam hari.