BENGKULU — Bagi pencinta kuliner Nusantara, pancah daging bisa menjadi pilihan hidangan istimewa untuk dicoba di rumah. Masakan khas Bengkulu ini menggunakan daging sapi has dalam yang diolah dengan bumbu rempah pilihan dan santan kental, menghasilkan cita rasa gurih dan legit.
Nama "pancah" sendiri merujuk pada proses memasak daging yang dibakar atau dipanggang, mirip dengan sate. Namun, bumbu yang digunakan jauh lebih kaya, dengan dominasi kunyit bakar, ketumbar, dan asam jawa yang memberikan sentuhan rasa berbeda.
Bahan Utama dan Bumbu yang Dibutuhkan
Untuk membuat pancah daging, bahan utama yang diperlukan adalah 600 gram daging sapi has dalam dan 250 ml santan kental. Daging dipotong kecil-kecil atau sesuai selera, kemudian dibumbui dengan campuran rempah yang sudah dihaluskan.
Bumbu-bumbu yang perlu disiapkan meliputi 4 sendok teh ketumbar, 1 sendok teh asam jawa, 2 cm kunyit yang dibakar terlebih dahulu, serta 8 buah bawang merah. Kunyit bakar memberikan aroma khas dan warna kuning alami pada daging.
Cara Memasak yang Khas
Proses pembuatan pancah daging tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Daging yang sudah dipotong direndam dalam bumbu halus yang dicampur santan, lalu ditusuk menggunakan tusuk sate. Setelah itu, daging dipanggang atau dibakar hingga matang dan beraroma harum.
Kombinasi santan dan rempah membuat daging tidak cepat kering saat dibakar. Hasilnya, tekstur daging tetap empuk dan bumbu meresap sempurna hingga ke dalam serat daging.
Pancah Daging, Sate Khas yang Wajib Dicoba
Bagi warga Bengkulu, pancah daging sudah menjadi hidangan yang akrab di meja makan, terutama saat acara keluarga atau perayaan. Cita rasanya yang gurih dan sedikit asam dari asam jawa membuat hidangan ini cocok disantap dengan nasi hangat atau lontong.
Meskipun belum sepopuler sate Padang atau sate Madura, pancah daging memiliki penggemar setia di kalangan pecinta kuliner tradisional. Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, resep ini bisa menjadi panduan awal untuk menghadirkan cita rasa khas Bengkulu.