BENGKULU — Asisten I Pemkot Bengkulu Alex Periansyah bersama Kepala Dinas Sosial Afriyenita dan jajaran meninjau langsung kediaman Ida di Panorama pada Jumat (11/9). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan akurasi data kondisi keluarga yang selama ini hanya tercatat dalam sistem.
Ida selama ini menggantungkan hidup dari berjualan kerupuk keliling. Penghasilan hariannya menjadi satu-satunya penopang kebutuhan pangan dan biaya sekolah empat anaknya.
Desil 2: Prioritas Bantuan Pemerintah
Afriyenita menjelaskan, posisi Ida dalam DTKS berada pada Desil 2. Kelompok ini merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah dan menjadi prioritas utama dalam program intervensi pemerintah daerah.
"Ibu Ida saat ini berada dalam peringkat kesejahteraan Desil 2, yang artinya termasuk dalam kategori miskin dan menjadi salah satu prioritas penerima bantuan program pemerintah," ujar Afriyenita dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Anak Empat Tahun Berat Badan 7 Kilogram
Perhatian lebih dari tim Dinsos tertuju pada salah satu anak Ida yang berusia empat tahun. Anak tersebut terindikasi mengalami masalah gizi dengan berat badan hanya sekitar tujuh kilogram—angka yang berada jauh di bawah standar untuk usianya.
Kondisi inilah yang mendorong Dinas Sosial untuk tidak berhenti pada penyaluran bansos. Afriyenita menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu, untuk memastikan anak tersebut mendapat penanganan lanjutan.
"Hal ini akan kita koordinasikan dengan OPD terkait, termasuk Baznas Kota Bengkulu terkait Jadup, serta mengenai kondisi gizi dan risiko stunting agar bisa mendapatkan perhatian serta penanganan lebih lanjut," kata Afriyenita.
Bukan Sekadar Bantuan Sesaat
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bantuan stimulan ini merupakan pintu masuk untuk menghubungkan keluarga Ida dengan layanan sosial yang lebih menyeluruh. Tim akan memantau perkembangan kondisi keluarga secara berkala.
Penyaluran ini melibatkan Sekretaris Dinas Sosial Iryana, Kepala Bidang Linjamsos Denny Apriansyah, Kepala Bidang Rehsos Irwansyah, Kepala Bidang Fakir Miskin Fatimah Zuhro, serta Lurah Panorama Sumardi. Pendampingan lintas sektor ini diharapkan mampu menangani akar persoalan, bukan hanya gejala kemiskinan yang tampak di permukaan.