Pencarian

DPD GERKATIN Bengkulu Bawakan Mars Kota Bengkulu dalam Bahasa Isyarat, Wujud Cinta pada Daerah di HUT ke-279

Kamis, 03 September 2026 • 13:46:31 WIB
DPD GERKATIN Bengkulu Bawakan Mars Kota Bengkulu dalam Bahasa Isyarat, Wujud Cinta pada Daerah di HUT ke-279
DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu membawakan Mars Kota Bengkulu dalam Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) melalui video untuk merayakan HUT ke-279 Kota Bengkulu.

BENGKULU — DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu tak ingin perayaan hari jadi kota ke-279 ini hanya milik mereka yang bisa mendengar. Lewat sebuah video, organisasi yang menaungi penyandang tunarungu ini meng-cover Mars Kota Bengkulu ke dalam Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Video tersebut memperlihatkan 7 orang teman Tuli dan 2 juru bahasa isyarat (JBI) membawakan mars ciptaan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dengan ekspresi visual yang penuh semangat.

Rasa Bangga yang Disampaikan Tanpa Suara

Ketua DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu, Wiza Aulia Permata, menegaskan bahwa karya ini lahir dari rasa cinta mendalam terhadap Kota Bengkulu. Baginya, keterbatasan dalam berkomunikasi tidak mengurangi hak untuk berkarya dan berpartisipasi dalam kehidupan seni budaya daerah.

"Kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman tuli juga memiliki rasa cinta dan bangga terhadap Kota Bengkulu. Walaupun kami berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, kami tetap bagian dari masyarakat dan memiliki hak yang sama untuk berkarya, berpartisipasi, dan mengekspresikan diri," ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang partisipasi bagi masyarakat Tuli di tengah hiruk-pikuk perayaan daerah. Melalui gerakan tangan yang dinamis, mereka turut merayakan dan mengumandangkan semangat mars kebanggaan warga Bengkulu.

Lebih dari Sekadar Kreativitas, Ini Soal Hak Disabilitas

Pengarah kegiatan, Drs. Sehmi, M.Pd, menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas yang dijamin undang-undang. Ia menekankan bahwa masyarakat Tuli punya kemampuan dan kreativitas yang setara.

"Teman-teman Tuli memiliki hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui cover Mars Kota Bengkulu dalam bahasa isyarat ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Tuli memiliki kemampuan, kreativitas, dan rasa bangga terhadap daerahnya dan hal ini sudah diatur dalam UU nomor 8 Tahun 2016 bahwa hak mereka sama dalam kehidupan. Harapan kita bersama setiap nilai semangat yang terkandung dalam mars tersebut bisa dirasakan dan diimplementasikan bagi seluruh masyarakat termasuk masyarakat Tuli," jelasnya.

Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Secara spesifik, Pasal 24 mengatur hak berekspresi dan berkomunikasi melalui media yang mudah diakses serta penggunaan bahasa isyarat, termasuk jaminan partisipasi dalam kegiatan seni dan budaya.

Menjembatani Masyarakat Tuli dan Umum

Wiza berharap video ini tidak hanya berhenti sebagai konten seremonial, melainkan menjadi jembatan pemahaman antara masyarakat Tuli dan publik secara luas. Ia ingin masyarakat melihat bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas dan budaya.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi, tetapi juga memahami bahwa di balik bahasa isyarat ada identitas, budaya, dan kehidupan masyarakat tuli. Semoga ke depan semakin banyak ruang yang terbuka dan inklusif bagi teman-teman tuli," tambahnya.

Melalui unggahan video ini, GERKATIN Bengkulu menyampaikan pesan eksplisit: mereka adalah bagian tak terpisahkan dari Kota Bengkulu, memiliki kebanggaan, dan ingin terus berkarya. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kebudayaan daerah dapat dirayakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infonegeri.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks