BENGKULU — Persija Jakarta menutup tiga pertandingan awal Super League 2026/2027 dengan kemenangan sempurna usai menundukkan Java United 1-0 di Gianyar, Sabtu (19/9). Gol Arlyansyah Abdulmanan di babak pertama jadi penentu tiga poin Macan Kemayoran. Meski begitu, Shin Tae-yong menilai ketajaman lini depan masih jadi pekerjaan rumah.
Raihan itu membuat Persija mengoleksi sembilan poin dari tiga laga, lebih baik dibanding start musim lalu yang hanya menghasilkan tujuh poin. Dua kemenangan sebelumnya diraih saat menghadapi Borneo FC dan Persib.
Dari tiga pertandingan, gawang Persija baru kebobolan satu kali. Catatan itu jadi modal penting sebelum kompetisi memasuki jeda panjang.
Gol Arlyansyah Abdulmanan Jadi Pembeda di Gianyar
Java United menjadi korban terbaru Persija. Bermain di Gianyar, Macan Kemayoran menang tipis lewat gol Arlyansyah Abdulmanan yang tercipta di babak pertama.
Sejak awal laga, Persija tampil menekan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tidak bertambah hingga peluit panjang.
Shin Tae-yong Puji Konsentrasi Pemain Selama 90 Menit
Pelatih asal Korea Selatan itu memberi apresiasi kepada para pemainnya yang mampu menjaga fokus sampai pertandingan usai.
"Para pemain kami bekerja dengan sangat baik dan sampai akhir tidak kehilangan konsentrasi serta menang," ujar STY usai laga, dikutip dari situs resmi klub.
Empat Gol dari Tiga Laga, Efektivitas Masih Jadi Sorotan
Kemenangan tipis atas Java United kembali membuat STY menyoroti produktivitas tim. Persija baru mencetak empat gol dari tiga pertandingan.
Menurut STY, para pemain sebenarnya sudah berusaha mencetak gol. Hanya saja, penyelesaian akhir perlu dibenahi agar Persija lebih produktif pada laga berikutnya.
"Jadi saya sangat ingin memuji mereka dan berkata bagus. Pertandingan ke depan masih banyak, tapi saya pikir kami harus bekerja lebih keras dan mempersiapkan pekan selanjutnya dengan lebih baik."
"Bukan berarti para pemain tidak ingin mencetak gol di akhir pertandingan, mereka selalu berusaha mencetak gol. Tapi hari ini keberuntungan sangat tidak berpihak. Ke depan, saya pikir kami harus lebih memperbaiki bagian tersebut dan bersiap agar bisa mencetak lebih banyak gol," tegasnya.
Jeda Tiga Pekan, Waktu Ideal Benahi Ketajaman
Persija kini punya waktu panjang untuk evaluasi. Macan Kemayoran baru kembali bertanding pada 10 Oktober melawan PSIM Yogyakarta.
Jeda itu terjadi karena Super League berhenti sekitar tiga pekan seiring agenda Indonesia di FIFA ASEAN Cup. Bagi STY, masa jeda bisa dimanfaatkan untuk mematangkan tim sekaligus memperbaiki ketajaman lini depan.
Modal sembilan poin dan pertahanan rapat jadi bekal berharga. Tapi tanpa perbaikan di sektor serang, Persija berisiko kehilangan momentum saat kompetisi bergulir kembali.