BENGKULU — PT Pertamina EP bersama mitra kerja samanya, Bass Oil Sukananti Limited, menemukan zona minyak baru pada sumur BNN-6 di Struktur Bunian, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sumur eksplorasi yang mulai dibor 5 Juni 2026 itu menembus lapisan hidrokarbon baru yang berpotensi menambah produksi migas nasional dari wilayah kerja Pertamina EP.
Paragraf pembuka: Penemuan lapisan minyak baru ini menjadi kabar positif bagi upaya pemerintah menahan laju penurunan produksi minyak mentah dalam negeri. Sumur BNN-6 dibor secara directional hingga kedalaman akhir yang belum diungkap detailnya, dan berada di Desa Tanjung Miring, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir. Pertamina EP menggandeng Bass Oil Sukananti Limited melalui skema kerja sama operasi (KSO) untuk menggarap area Bunian di blok Sukananti, Sumatera Selatan.
Zona Minyak Baru di Struktur Bunian
Struktur Bunian selama ini dikenal sebagai salah satu area produksi tua di Sumatera Selatan. Kehadiran lapisan minyak baru di sumur BNN-6 menunjukkan masih ada potensi hidrokarbon yang belum tergarap di formasi bawah permukaan wilayah tersebut. Pemboran berlangsung sejak 5 Juni 2026 dengan metode directional, yakni pengeboran yang diarahkan mengikuti kemiringan formasi untuk menjangkau target reservoir.
Pertamina EP belum memerinci volume cadangan maupun laju produksi awal dari zona baru tersebut. Namun penemuan ini menambah daftar temuan sumur eksplorasi dan pengembangan yang dikerjakan Pertamina EP di wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan.
Dampak ke Produksi dan Penerimaan Daerah
Bagi Kabupaten Ogan Ilir, aktivitas migas di Struktur Bunian memberi kontribusi langsung lewat dana bagi hasil (DBH) migas. Penambahan produksi dari sumur BNN-6 berpotensi memperbesar penerimaan daerah, yang selama ini mengandalkan sektor migas dan perkebunan.
Di sisi lain, penemuan lapisan minyak baru membantu Pertamina EP menahan penurunan produksi alamiah pada sumur-sumur tua. Setiap barel tambahan dari sumur pengembangan bernilai strategis karena mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah, yang menjadi beban APBN lewat subsidi dan kompensasi bahan bakar.
Apa Langkah Pertamina EP Selanjutnya
Setelah menemukan zona minyak, tahap berikutnya biasanya berupa uji produksi (well testing) untuk mengukur laju alir dan tekanan reservoir. Hasil uji ini yang menentukan apakah temuan layak dikembangkan secara komersial atau sekadar menjadi data geologi.
Pertamina EP dan KSO BOSL belum mengumumkan jadwal uji produksi maupun rencana pemboran lanjutan di sekitar BNN-6. Pola pengembangan di area Bunian umumnya menggunakan sumur pengembangan tambahan untuk memaksimalkan pengurasan reservoir yang sama.
Penutup: Temuan di sumur BNN-6 memperlihatkan wilayah kerja lama di Sumatera Selatan masih menyimpan lapisan minyak yang belum tersentuh. Bagi Pertamina EP, hasil ini memperkuat posisi sebagai kontributor produksi hulu di sisi barat Indonesia, sekaligus menambah harapan baru di tengah tantangan penurunan produksi sumur-sumur mature.