Pencarian

Garmin Integrasikan Sports Science ke Pelatnas Timnas Esports Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 • 08:51:01 WIB
Garmin Integrasikan Sports Science ke Pelatnas Timnas Esports Indonesia
Garmin Indonesia menyerahkan 50 unit smartwatch vívoactive 6 kepada Pelatnas Timnas Esports Indonesia untuk mendukung pemantauan kondisi fisik atlet.

BENGKULU — Garmin Health masuk ke ekosistem Pelatnas Esports Indonesia. Kolaborasi ini menandai pertama kalinya pendekatan sports science berbasis wearable diterapkan secara menyeluruh untuk atlet esports nasional, dengan target medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

50 Smartwatch untuk Pantau Body Battery Atlet

Garmin menyediakan 50 unit vívoactive 6 yang dilengkapi sensor Elevate dan teknologi Firstbeat Analytics. Perangkat ini mengukur denyut jantung, Heart Rate Variability (HRV), hingga kualitas tidur secara real-time.

Fitur Body Battery menjadi andalan utama. Metrik ini dianalogikan seperti "HP Bar" dalam game—menunjukkan sisa energi tubuh atlet setelah menjalani sesi latihan atau scrimmage. Pelatih bisa melihat apakah atlet dalam kondisi prima atau membutuhkan pemulihan lebih lama.

Data dari seluruh perangkat ditarik secara nirkabel ke dasbor Garmin Clipboard. Tim pelatih tidak perlu lagi memeriksa smartwatch satu per satu untuk mendapatkan gambaran kondisi skuad.

Mencegah Burnout dan Tilt di Level Kompetisi Global

Atlet esports menghadapi beban kognitif yang tidak kalah berat dari olahraga fisik. Stres mental dan jadwal latihan intensif berisiko memicu burnout dan tilt—kondisi emosi tidak stabil yang menurunkan performa in-game.

Melalui Stress Tracking dan Sleep Score, pelatih dapat mengatur ulang porsi latihan. Jika data menunjukkan tingkat pemulihan atlet rendah, sesi strength training bisa ditunda atau diganti dengan pemulihan aktif.

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menegaskan pendekatan ini menjadi kebutuhan mutlak di panggung internasional.

"Di level kompetisi global seperti Asian Games, kemampuan mekanik in-game saja tidak cukup. Kita berhadapan dengan margin of error sepersekian detik yang sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental atlet," ujarnya.

Ekosistem Enterprise, Bukan Sekadar Pengadaan Gadget

Business Development Manager Garmin Health Indonesia, David Hartono, menekankan kemitraan ini melampaui sekadar distribusi perangkat keras.

"Kemitraan bersama PBESI jauh melampaui sekadar pengadaan wearable, ini adalah pembuktian kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health," kata David di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Marcom Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, menambahkan bahwa performa atlet ditentukan oleh manajemen kondisi tubuh di luar pertandingan.

"Melalui Body Battery, Stress Tracking, Sleep Score dan berbagai insight kesehatan pada vívoactive 6, atlet dapat lebih memahami pola energi, stres, dan pemulihan mereka sehari-hari," jelas Rian.

Data Menjadi Senjata Baru Timnas Menuju Nagoya

Integrasi sports science ini diharapkan mengubah cara tim pelatih mengambil keputusan. Tingkat kelelahan atlet menjadi dasar untuk menentukan kesiapan menjalani scrimmage atau mengatur intensitas latihan harian.

PBESI menargetkan pemanfaatan teknologi ini mampu mendongkrak peluang Timnas Esports Indonesia merebut medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dengan data fisiologis yang akurat, pelatih bisa memastikan setiap atlet berada di puncak performa saat turnamen berlangsung.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks