Pencarian

UNIB dan POKJA IV PKK Kota Bengkulu Siapkan Strategi Komunikasi Kader untuk Perkuat Literasi Gizi 1.000 HPK

Selasa, 18 Agustus 2026 • 16:11:31 WIB
UNIB dan POKJA IV PKK Kota Bengkulu Siapkan Strategi Komunikasi Kader untuk Perkuat Literasi Gizi 1.000 HPK
Rapat koordinasi Tim Pengabdian UNIB dan POKJA IV PKK Kota Bengkulu membahas strategi komunikasi kader untuk penguatan literasi gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

BENGKULU — Tim Pengabdian Universitas Bengkulu (UNIB) dan POKJA IV PKK Kota Bengkulu sepakat memperkuat kapasitas kader dalam menyampaikan informasi gizi kepada masyarakat. Kesepakatan ini lahir dari rapat koordinasi kemitraan yang digelar untuk mempersiapkan program Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program ini mengangkat tema "Empowering Women: Strategi Komunikasi Persuasif Kader PKK Kota Bengkulu dalam Penguatan Literasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Upaya Pencegahan Stunting". Fokus utamanya bukan sekadar menambah wawasan gizi kader, tetapi juga melatih cara mereka berkomunikasi dengan keluarga di lapangan.

Mengapa Kader PKK Menjadi Ujung Tombak?

Kader PKK dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan dan pembinaan keluarga. Penyampaian informasi gizi yang hanya berupa pemberian materi dinilai tidak cukup untuk mengubah perilaku.

Tim Pengabdian UNIB yang diketuai Wuri Prameswari, S.P., M.Si., bersama anggota Suci Rahmawati, S.Farm., Apt., M.Farm., dan Yetti Purnama, S.ST., M.Keb., memandang pendekatan komunikasi yang komunikatif dan sesuai kondisi masyarakat menjadi kunci. Dari pihak POKJA IV PKK Kota Bengkulu, hadir Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, Hj. Amarilis, S.ST., S.K.M., M.H., serta Ketua POKJA IV, Ns. Esti Sorena, S.Kep., S.K.M., M.M.

Fokus pada Periode Emas 1.000 HPK

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase penting karena berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak usia dini menjadi aspek krusial dalam pencegahan stunting.

Rapat koordinasi yang digelar menjadi ruang untuk mendiskusikan tahapan kegiatan, strategi pemberdayaan, serta bentuk pendampingan yang akan diberikan kepada kader PKK. Pertemuan ini merupakan langkah awal membangun kesamaan persepsi antara tim pelaksana dan mitra agar program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Bekal Komunikasi Persuasif bagi Kader

Melalui program ini, kader PKK diarahkan untuk memperoleh tambahan pengetahuan mengenai literasi gizi sekaligus dibekali strategi komunikasi persuasif. Pendekatan ini diharapkan membantu kader menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi UNIB dalam pemberdayaan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak di Kota Bengkulu.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: curupekspress.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks