Pencarian

Lapas Curup Manfaatkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk Ketahanan Pangan, 663 Warga Binaan Diajak Bertani

Kamis, 06 Agustus 2026 • 21:19:31 WIB
Lapas Curup Manfaatkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk Ketahanan Pangan, 663 Warga Binaan Diajak Bertani
Warga binaan Lapas Kelas IIA Curup menggarap lahan seluas 2.000 meter persegi untuk ditanami jagung, sawi, kacang panjang, buncis, tomat, dan cabai.

REJANG LEBONG — Lapas Kelas IIA Curup yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu ini mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan produktif. Lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut kini ditanami berbagai komoditas hortikultura, mulai dari jagung, sawi, kacang panjang, buncis, tomat, hingga cabai.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidarto, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Hasil Panen untuk Kebutuhan Dalam dan Luar Lapas

"Hasil pertanian ini kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam lapas dan ada juga yang dijual ke luar," ujar Untung di Rejang Lebong, Rabu.

Dari hasil penjualan tersebut, pihak lapas berharap dapat menghidupkan siklus ekonomi mandiri bagi warga binaan. Selain sektor pertanian, lapas juga mengembangkan budi daya perikanan dan peternakan sebagai penunjang kebutuhan protein bagi para narapidana.

Harapan Dukungan Alsintan dari Pemda Setempat

Untuk memaksimalkan produktivitas, Lapas Curup membutuhkan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Untung menegaskan bahwa efisiensi pengolahan lahan sangat bergantung pada ketersediaan peralatan modern.

"Kami sangat membutuhkan dukungan Alsintan untuk efisiensi pengolahan lahan. Harapan kami, jika tidak hibah, setidaknya dapat dipinjamkan untuk operasional warga binaan," katanya.

Overkapasitas 413 Orang, Situasi Tetap Kondusif

Meski dihuni 663 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari kapasitas ideal 250 orang, Untung memastikan situasi di dalam lapas tetap aman, terkendali, dan kondusif. Kelebihan hunian mencapai 413 orang ini tidak menghalangi jalannya program pembinaan.

Selain pertanian, Lapas Curup juga menjalankan program pendidikan non formal berupa Paket A, B, dan C. Pembinaan keterampilan kerja lainnya meliputi pengelasan, pangkas rambut, pengolahan kopi, serta budi daya perikanan dan peternakan.

Program kemandirian ini diharapkan membekali para warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat digunakan setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks