BENGKULU TENGAH — Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Hermansyah, memfokuskan fungsi pengawasannya pada dua proyek infrastruktur yang dinilai krusial untuk memutus siklus stagnasi ekonomi daerah. Dua proyek tersebut adalah pembangunan kawasan pusat pemerintahan yang representatif dan penyelesaian pembangunan Masjid Agung. Menurutnya, tanpa kehadiran dua infrastruktur ini, Bengkulu Tengah akan terus berada dalam kondisi yang sama seperti lima belas tahun terakhir.
“Apabila ibu kota sudah representatif dan Masjid Agung telah berdiri megah, ekonomi masyarakat akan tumbuh. Jika tidak, kita akan terus terjebak dalam kondisi yang sama,” tegas Hermansyah dalam pernyataannya, baru-baru ini. Ia meyakini pusat pemerintahan yang modern dan masjid megah akan menjadi daya tarik, menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru, serta meningkatkan nilai properti dan usaha di sekitarnya.
Dorongan Berubah Setelah Satu Setengah Dekade Stagnasi
Hermansyah mengungkapkan bahwa keprihatinannya terhadap lambannya pembangunan di Bengkulu Tengah menjadi alasan utama ia terjun ke dunia politik. Pengamatan selama satu setengah dekade menunjukkan daerah tidak bergerak maju secara signifikan. “Saya terpanggil untuk menciptakan perubahan nyata. Selama satu setengah dekade, kita seolah tidak bergerak,” ungkapnya.
Latar belakangnya sebagai pengusaha—mulai dari penyuplai karet, pengelola taman wisata, hingga industri kelapa sawit—disebutnya mengasah naluri ekonomi dalam menilai potensi daerah. Ia lahir di Kota Bengkulu pada 20 Juli 1970 dan menempuh pendidikan di Bengkulu Tengah sebelum melanjutkan ke SMKN 2 Kota Bengkulu.
Refocusing Anggaran Jadi Tantangan Realisasi Aspirasi
Meski optimistis, Hermansyah mengakui bahwa kenyataan di lapangan tidak semudah janji kampanye. Setelah dilantik, ia dan jajaran legislatif dihadapkan pada kebijakan refocusing dan penghematan anggaran pemerintah yang ketat. Kebijakan ini secara langsung membatasi kemampuan eksekutif dalam menjalankan program pembangunan, baik fisik maupun non-fisik.
“Setelah kami dilantik, kami menghadapi efisiensi anggaran yang ketat. Banyak aspirasi masyarakat yang terhambat oleh keterbatasan dana,” ungkapnya jujur. Meski demikian, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak konstituennya melalui fungsi legislatif, meskipun realisasinya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.
Dari Suplai Karet ke Kursi DPRD
Perjalanan Hermansyah menuju kursi legislator tidak terlepas dari kiprahnya sebagai pengusaha yang berhasil. Sebagai anggota DPRD Bengkulu Tengah dari Fraksi PKS, ia memanfaatkan pengalaman bisnisnya untuk membangun kebijakan pembangunan daerah. Ia menegaskan perannya di legislatif bukan sekadar jabatan, tetapi perwujudan kepedulian terhadap kemajuan kawasan yang dicintainya.