BENGKULU — Dalam sambungan telepon yang berlangsung di hadapan pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Dasco menyampaikan kekhawatirannya secara langsung kepada bos Pertamina. Ia mendesak agar perusahaan pelat merah itu segera mengambil langkah konkret sebelum dampaknya meluas ke sektor manufaktur.
"Dalam beberapa hari ini sudah ada ancaman PHK. Kita mesti cari jalan keluar. Ada sekitar 55 ribu yang katanya terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujar Dasco dalam kesempatan tersebut.
Harga Gas Melonjak Tiga Kali Lipat, Pabrik Keramik Terancam Tutup
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, harga gas industri yang semula berkisar US$ 6 per MMBTU kini melonjak hingga sekitar US$ 23 per MMBTU. Kenaikan lebih dari tiga kali lipat itu membuat biaya produksi sejumlah pabrik di Bekasi tidak lagi kompetitif.
Tiga perusahaan yang terancam tutup adalah pabrik granit, Milan Keramik, dan Mulia Keramik. Ketiganya merupakan anggota serikat pekerja dengan jumlah tenaga kerja besar. "Kondisi ini berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal," kata Andi Gani.
Pertamina Janji Koordinasi dengan PGN, Cari Penyesuaian Harga
Menanggapi desakan tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan pihak terkait lainnya. Ia menyebut akan ada penyesuaian molekul dari LNG sebagai langkah awal perbaikan pasokan dan harga.
"Pertamina tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN. Kita komitmen melakukan penyesuaian setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita lakukan yang terbaik agar segera ada perbaikan dan mendukung teman-teman di industri dengan harga yang sesuai," ujar Simon dalam sambungan telepon.
Rencana Pertemuan Tiga Pihak: Pemerintah, Pertamina, dan Buruh
Dasco juga mengusulkan agar dalam satu hingga dua hari ke depan diadakan pertemuan yang melibatkan pemerintah, Pertamina, dan perwakilan pekerja. Langkah ini dinilai penting untuk mencari jalan keluar yang tidak hanya menyelamatkan industri, tetapi juga nasib puluhan ribu pekerja.
"Nanti mungkin kita bisa duduk satu dua hari ini dengan perwakilan teman-teman buruh supaya kita bisa cari jalan keluar," kata Dasco.
Jika tidak segera diatasi, krisis gas industri ini berpotensi menjadi pukulan berat bagi sektor manufaktur nasional di tengah tekanan daya beli dan biaya produksi yang terus meningkat.