Pencarian

STIESNU Bengkulu Tegaskan Komitmen Jaga NKRI, Civitas Akademika Diajak Jadi Garda Terdepan

Senin, 22 Juni 2026 • 13:45:31 WIB
STIESNU Bengkulu Tegaskan Komitmen Jaga NKRI, Civitas Akademika Diajak Jadi Garda Terdepan
Civitas akademika STIESNU Bengkulu deklarasikan komitmen menjaga keutuhan NKRI.

BENGKULU — STIESNU Bengkulu menggelar deklarasi dan penguatan wawasan kebangsaan bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi pendidikan tinggi di bawah naungan NU untuk membentengi mahasiswa dari paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Kampus harus menjadi benteng terakhir ideologi bangsa. Kami tidak ingin ada celah bagi kelompok yang ingin memecah belah NKRI,” ujar perwakilan pimpinan STIESNU dalam keterangan yang diterima, Selasa lalu.

Apa Isi Deklarasi yang Digaungkan STIESNU?

Dalam deklarasi tersebut, STIESNU merumuskan tiga poin utama. Pertama, menolak segala bentuk gerakan separatis dan radikalisme. Kedua, mengaktifkan kembali forum kajian kebangsaan secara rutin. Ketiga, menjalin kerja sama dengan Badan Kesbangpol dan aparat keamanan untuk deteksi dini potensi konflik.

Poin ketiga dinilai krusial. Sebab, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), penyebaran konten radikal di lingkungan kampus masih terjadi melalui media sosial dan kelompok studi tertutup.

Mengapa Kampus Menjadi Sasaran Strategis?

Kampus dianggap sebagai tempat yang subur bagi penyemaian ideologi alternatif. Mahasiswa yang sedang dalam fase pencarian jati diri kerap menjadi target rekrutmen kelompok ekstremis. STIESNU Bengkulu merespons hal ini dengan pendekatan preventif.

“Kami tidak hanya mengajarkan ekonomi syariah, tapi juga menanamkan cinta tanah air. Ini wujud dari tanggung jawab moral sebagai bagian dari NU,” tambahnya.

Siapa yang Paling Terdampak dari Ancaman Ini?

Mahasiswa baru dan mahasiswa yang aktif di organisasi ekstra kampus menjadi kelompok yang paling rentan. Oleh karena itu, STIESNU mewajibkan seluruh mahasiswa baru mengikuti program Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang di dalamnya terdapat materi wawasan kebangsaan.

Selain itu, dosen dan tenaga kependidikan juga dilibatkan dalam pelatihan deradikalisasi. Langkah ini untuk memastikan seluruh elemen kampus memiliki pemahaman yang sama tentang bahaya disintegrasi.

Bagaimana Tindak Lanjut dari Deklarasi Ini?

Ke depan, STIESNU akan membentuk satuan tugas (satgas) antiraikalisme yang beranggotakan mahasiswa dan dosen. Satgas ini bertugas memantau aktivitas mencurigakan di lingkungan kampus dan melaporkannya ke pihak berwenang.

Pihak kampus juga berencana menggelar seminar nasional dengan menghadirkan narasumber dari BNPT dan Kementerian Agama. Tujuannya, memperkuat jaringan dan berbagi praktik baik dalam menjaga NKRI.

Bagikan
Sumber: bengkulutoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks