Pencarian

Nenek Miskin di Bengkulu Kehilangan Bansos PKH karena KK Disusupi Anak Lurah Demi Zonasi Sekolah

Sabtu, 20 Juni 2026 • 18:46:31 WIB
Nenek Miskin di Bengkulu Kehilangan Bansos PKH karena KK Disusupi Anak Lurah Demi Zonasi Sekolah
Nenek Tukiyem kehilangan bansos PKH setelah KK-nya disusupi data anak ASN di Bengkulu.

BENGKULU — Tukiyem baru mengetahui bantuan sosialnya dicabut saat mendatangi pendamping PKH pada Jumat (19/6/26) pekan lalu. Ia berniat mencairkan dana rutin yang selama ini menjadi satu-satunya penopang hidup di usia senja, namun justru mendapat kabar bahwa dirinya tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima.

“Saat diperiksa, pendamping PKH mengatakan di KK saya ada seorang anak yang tidak saya kenal. Anak itu berasal dari keluarga ASN, sehingga bantuan sosial saya tidak bisa dicairkan lagi,” ujar Tukiyem dengan suara lirih.

Modus: Susupi KK Lansia, Ubah Status Ekonomi Jadi Mampu

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mendeteksi adanya penambahan satu anggota keluarga baru dalam KK milik Tukiyem. Anggota baru tersebut berstatus sebagai anak dari keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), yang belakangan diketahui merupakan anak seorang Lurah aktif di Pemkot Bengkulu.

Masuknya nama anak pejabat itu secara otomatis mengubah status ekonomi keluarga Tukiyem dalam sistem data terpadu kesejahteraan sosial. Sistem membaca keluarga tersebut sebagai keluarga “mampu”, sehingga hak atas bansos PKH langsung dihapus sejak elemen data berubah.

Tukiyem menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin atau menandatangani dokumen apa pun terkait perubahan data kependudukan tersebut. “Saya hanya meminta hak saya yang hilang karena masalah ini. Bantuan itu seharusnya saya terima, tetapi tidak bisa dicairkan karena ada nama orang lain di KK saya,” tegasnya.

RT Diduga Jadi Perantara, Tujuannya Demi Jalur Zonasi Sekolah

Kongkalikong ini diduga kuat melibatkan peran pihak RT setempat agar berkas perubahan data lolos verifikasi di Dukcapil. Aksi manipulasi itu sengaja dilakukan demi memanipulasi alamat domisili sang anak agar bisa masuk ke sekolah favorit melalui jalur zonasi.

Meski oknum Lurah tersebut dikabarkan telah mendatangi kediaman Tukiyem untuk meminta maaf, bagi nenek sebatang kara itu, permintaan maaf tidak bisa mengganti kebutuhan pokok yang telanjur terampas. Di tengah keterbatasan fisiknya, ia hanya bisa berharap keadilan berpihak padanya dan menuntut hak hidup yang menjadi sandaran masa tuanya segera dikembalikan.

Bagikan
Sumber: satujuang.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks