BENGKULU SELATAN — Dua desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, yakni Talang Indah di Kecamatan Bunga Mas dan Limus di Kecamatan Kedurang, menjadi lokasi prioritas penanganan pascakebakaran yang melanda permukiman warga. Pemerintah daerah memastikan respons tidak berhenti pada logistik darurat.
Bupati Rifai Tajuddin menyebutkan, setiap keluarga korban kebakaran telah menerima bantuan tunai sebesar Rp1 juta. Penyaluran dilakukan langsung olehnya pada Jumat pekan lalu.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk masing-masing keluarga korban kebakaran. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Rifai dalam keterangannya.
Bantuan Darurat Sudah Disalurkan, Kini Fokus ke Pemulihan Hunian
Sebelum penyerahan uang tunai itu, BPBD dan Dinas Sosial Bengkulu Selatan telah mengirimkan bantuan masa tanggap darurat. Logistik berupa makanan siap saji, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga sudah didistribusikan ke lokasi terdampak.
Namun, pemerintah daerah sadar bahwa kebutuhan mendesak bukan satu-satunya persoalan. Rumah-rumah yang terbakar rata dengan tanah membuat warga kehilangan tempat berteduh dalam jangka panjang.
Program Membara Jadi Solusi Jangka Panjang
Pemkab Bengkulu Selatan mengaktifkan program Membangun Bersama Rakyat (Membara) sebagai kerangka pemulihan. Melalui program inilah bantuan tunai sebesar Rp1 juta per KK disalurkan.
Rifai menambahkan, pihaknya kini tengah mengkaji usulan program bedah rumah bagi warga yang rumahnya rusak berat atau habis terbakar. “Perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada penanganan kebutuhan mendesak saja,” tegasnya.
Program bedah rumah itu diharapkan menjadi solusi agar para korban bisa kembali menjalani kehidupan normal. Pemkab masih membahas mekanisme dan sumber pendanaan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Dua Desa, Satu Musibah: Talang Indah dan Limus
Kebakaran terjadi di dua titik berbeda di Bengkulu Selatan. Desa Talang Indah, Kecamatan Bunga Mas, dan Desa Limus, Kecamatan Kedurang, menjadi lokasi yang paling parah terdampak. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah total rumah yang terbakar maupun penyebab pasti kebakaran dari pihak berwenang.
Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau kondisi warga dan memastikan proses pemulihan berjalan. “Kami hadir untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana yang datang secara tiba-tiba,” kata Rifai.