Pencarian

Harga Cabai Merah di Rejang Lebong Naik, TPID Siapkan 3 Jurus Intervensi Pasar Termasuk Gerakan Pangan Murah

Jumat, 19 Juni 2026 • 17:54:31 WIB
Harga Cabai Merah di Rejang Lebong Naik, TPID Siapkan 3 Jurus Intervensi Pasar Termasuk Gerakan Pangan Murah
Harga cabai merah keriting di Rejang Lebong meningkat akibat tingginya permintaan dari luar daerah.

REJANG LEBONG — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui TPID telah mengidentifikasi tiga komoditas yang mulai menunjukkan gejolak harga sejak bulan lalu. Beras kemasan, bawang putih, dan cabai merah keriting menjadi penyumbang utama fluktuasi di daerah penghasil kopi tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Rejang Lebong Sofan Wahyudi mengatakan, meskipun terjadi perubahan harga signifikan pada Mei lalu, kondisi inflasi pada Juni ini mulai terkendali. "Alhamdulillah memasuki bulan Juni ini kondisi inflasi di Kabupaten Rejang Lebong sudah dapat dikendalikan dengan baik," ujarnya usai rapat TPID, Kamis.

Pasokan Cabai Tersedot Permintaan Luar Daerah

Cabai merah keriting menjadi perhatian utama TPID. Tingginya permintaan dari luar Rejang Lebong membuat pasokan untuk warga setempat menipis. Akibatnya, harga di tingkat pedagang eceran ikut merangkak naik.

"Cabai merah keriting saat ini masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan harga di pasar lokal," kata Sofan.

Strategi Intervensi: Genjot Produksi dan Operasi Pasar

Untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut, TPID menyiapkan tiga langkah intervensi. Pertama, mendorong Dinas Pertanian memperluas areal tanam cabai melalui kelompok tani binaan. Kedua, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar secara berkala.

"Ke depan, kita akan berupaya meningkatkan produksi cabai melalui skema penambahan luas tanam pada beberapa kelompok tani dengan pendampingan intensif dari Dinas Pertanian," jelas Sofan.

Ketiga, TPID akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan mengawasi distribusi stok barang. Langkah ini untuk memastikan tidak ada penimbunan yang memperparah kenaikan harga.

Minyak Goreng dan LPG Juga Dipantau Ketat

Selain cabai, TPID mencermati potensi kenaikan harga minyak goreng akibat melonjaknya biaya bahan baku kemasan plastik. Pemerintah memastikan minyak goreng yang disalurkan Perum Bulog tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemkab Rejang Lebong juga menjadwalkan sosialisasi bersama seluruh pangkalan LPG pada 24 Juni 2026. Langkah ini untuk menjaga distribusi gas bersubsidi tetap lancar dan tepat sasaran.

Dampak Kenaikan BBM Belum Terasa di Pasar

Sofan mengakui penyesuaian harga BBM berpotensi menaikkan biaya distribusi yang ujungnya bisa membebani harga kebutuhan pokok. Namun hasil pemantauan pasca-sidak menunjukkan harga di pasar masih stabil.

"Potensi dampaknya tentu ada, tetapi sampai saat ini kondisi harga di pasar pasca-sidak terpantau masih relatif stabil dan terkendali. Pemerintah daerah bersama TPID akan terus melakukan pemantauan ketat dan siap meluncurkan langkah intervensi lanjutan apabila sewaktu-waktu diperlukan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks