BENGKULU — Ivory Coast dan Ekuador akan saling sikut di laga penutup putaran pertama Grup E Piala Dunia 2026. Pertandingan di Philadelphia ini bisa menjadi penentu nasib keduanya di fase grup.
Jerman, unggulan grup, sudah membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 7-1 atas Curacao. Hasil itu membuat laga Ivory Coast vs Ekuador krusial: pemenangnya berpeluang besar mendampingi Jerman ke babak berikutnya.
Kekuatan Berbeda yang Saling Beradu
Ivory Coast datang dengan status juara Piala Afrika (AFCON) 2023. Meski tak lagi memiliki pemain sekelas Didier Drogba atau Yaya Toure, tim polesan Emerse Faé punya lini tengah kokoh berisi Ibrahim Sangare dan Franck Kessie.
Di depan, ada talenta muda seperti Amad (Manchester United), Evann Guessand (Crystal Palace), dan Simon Adingra (eks Brighton). Sayap RB Leipzig, Yan Diomande, juga patut diwaspadai.
Namun, Ekuador punya pertahanan tangguh. Gelandang Chelsea Moises Caicedo menjadi pelindung di depan barisan belakang yang dihuni Pervis Estupinan, Piero Hincapie, dan Willian Pacho.
Hincapie dan Pacho baru saja bermain penuh 120 menit di final Liga Champions, masing-masing untuk tim yang berbeda. Pengalaman itu jadi modal berharga.
Bintang Muda Chelsea di Sisi Ekuador
Ekuador juga tak kekurangan daya gedor. Gelandang serang berusia 19 tahun, Kendry Paez, yang digadang-gadang bakal bersinar di Chelsea, mengemban nomor punggung 10 untuk timnasnya.
Dengan kekuatan saling bertolak belakang—Ivory Coast unggul di lini depan, Ekuador kokoh di belakang—pertandingan diprediksi berjalan alot. Kedua tim bisa saling meniadakan.
Prediksi Skor: Ivory Coast 1-2 Ekuador
Meski hasil imbang adalah opsi yang menggoda, FourFourTwo menilai pengalaman level atas di lini pertahanan Ekuador, ditambah sedikit kilau bakat menyerang, bisa menjadi pembeda. Ekuador diprediksi menang tipis.
Isaac Stacey Stronge, penulis artikel ini, adalah jurnalis sepak bola lepas yang bekerja untuk FourFourTwo, Manchester United, dan Football League World. Ia merupakan pemegang tiket musiman Stockport County sejak tim tersebut meroket dari National League North ke League One.