BENGKULU — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu memperluas jangkauan pengumpulan dana sosial keagamaan dengan menggandeng lima perusahaan tambang. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Romli Bin Ronan, menyebut kolaborasi dengan dunia usaha hulu menjadi pilar penting untuk melipatgandakan nilai manfaat zakat. "Kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi optimalisasi potensi zakat di sektor swasta, khususnya industri pertambangan," ujarnya.
Lima Perusahaan Tambang yang Berkomitmen
Kelima korporasi yang meneken perjanjian tersebut adalah CV Agung Wijaya, CV Aliran Telatang Jaya, CV Aliran Sebelat, CV Danau Tes Lestari, dan CV Betung Utras Berkah Suka Merindu. Mereka bergerak di sektor pertambangan batuan dan pasir di Bumi Rafflesia.
Prosesi penandatanganan dihadiri Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Bengkulu Dadi Hartono, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Rico Yulyana, serta jajaran pimpinan BAZNAS.
Dana Zakat untuk Program Produktif dan Bantuan Langsung
Menurut Romli, dana yang terkumpul dari sektor pertambangan akan dialokasikan ke sejumlah program. Mulai dari penguatan ekonomi umat, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, hingga tanggap darurat bantuan kemanusiaan.
"Kami berkomitmen menyalurkan dana yang terhimpun secara transparan dan tepat sasaran kepada asnaf yang membutuhkan di Bengkulu," tegas Romli Bin Ronan.
Efek Domino untuk Perusahaan Tambang Lain
Pemerintah daerah menyambut baik langkah ini. Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, berharap komitmen kelima perusahaan bisa menular ke pelaku usaha tambang lainnya. "Ini bisa menjadi efek domino positif bagi perusahaan pertambangan lainnya di Bengkulu untuk menunaikan kewajiban keagamaan dan sosial melalui lembaga resmi," katanya.
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Bengkulu, Dadi Hartono, menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi instrumen penguat kepedulian sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan lingkar tambang. Sinergi antara BAZNAS, pemprov, dan sektor swasta dinilai mampu mempercepat laju pengentasan kemiskinan di Bengkulu.
BAZNAS menargetkan ekspansi serupa ke sektor industri lainnya dalam waktu dekat. Penetrasi zakat korporasi menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan realisasi program pendayagunaan zakat produktif di provinsi tersebut.