BENGKULU — Red Hat mengumumkan rencana integrasi penuh Red Hat OpenShift ke dalam Google Cloud Dedicated, sebuah layanan infrastruktur yang sepenuhnya terisolasi dan tertutup. Inisiatif ini menyasar organisasi yang membutuhkan kepatuhan ketat terhadap regulasi kedaulatan digital nasional maupun regional, seperti di sektor jasa keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.
Layanan ini dijadwalkan tersedia secara umum pada semester kedua tahun 2026. Dengan mengombinasikan Red Hat OpenShift yang didukung Red Hat Enterprise Linux ke dalam lingkungan Google Cloud Dedicated, pelanggan disebut mendapatkan kendali penuh atas tumpukan teknologi mereka.
Kontrol Infrastruktur untuk Patuh Regulasi Lokal
Platform ini menawarkan kontrol infrastruktur berdaulat yang membantu organisasi memenuhi ketentuan regulasi lokal, seperti GDPR, melalui lingkungan yang terdedikasi. Dukungan GPU yang terintegrasi juga memungkinkan adopsi AI yang terakselerasi, sehingga beban kerja AI tingkat lanjut dapat dikelola tanpa melanggar kebijakan keamanan internal.
Red Hat turut memanfaatkan keahlian regional melalui kolaborasi dengan penyedia layanan cloud lokal. Langkah ini ditempuh untuk membantu organisasi mengatasi tantangan keamanan internasional yang kompleks, sembari menjembatani modernisasi beban kerja tradisional baik di lingkungan on-premise maupun managed cloud.
Kedaulatan Digital Bukan Sekadar Lokasi Data
Mike Barrett dari Red Hat menegaskan bahwa kedaulatan digital tidak semata-mata soal di mana data disimpan. “Ini tentang mempertahankan kontrol operasional dan fleksibilitas strategis,” ujarnya.
Senada, Jai Haridas dari Google Cloud menyatakan komitmen perusahaannya untuk membantu industri yang diawasi ketat dalam mempercepat inisiatif AI di atas fondasi yang aman. Pernyataan itu merujuk pada sektor-sektor yang selama ini ragu bermigrasi ke cloud karena kekhawatiran kepatuhan.
Mayoritas Organisasi Global Inginkan Kontrol Lebih saat Adopsi AI
Berdasarkan laporan IDC Market Perspective, hampir 90 persen organisasi global menginginkan kontrol lebih besar saat menerapkan AI dalam skala besar. Mayoritas dari mereka lebih memilih model terbuka dibandingkan sistem tertutup atau proprietary.
Kolaborasi jangka panjang antara Red Hat dan Google ini mempererat penyediaan infrastruktur yang terisolasi. Saat ini, kedaulatan digital dipandang sebagai pembeda strategis bagi para pemimpin IT yang membutuhkan cetak biru kedaulatan untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan mitigasi risiko yang efektif.